Dana publikasi BPPKAD SBB, Ditreskrimsus lakukan penyidkan ulang

oleh -117 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kasus tindak pidana korupsi anggaran publikasi dan iklan pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tahun 2014, sempat dimenangkan pra peradilannya oleh tersangka mantan Bupati SBB, Jacobus. F. Puttileihalat,S.Sos.

Meskipun kalah pada tahapan ini, pihak kepolisian tidak memilih langkah mundur, melainkan tetap maju.

Bahkan penyelidikan akan kasus ini masih tetap dilanjutkan dengan mengirimkan 3 anggota penyidik

Ditreskrimsus Polda Maluku untuk melakukan pemeriksaan kepada saksi ahli dari Departemen Keuangan (Depkeu) RI.

Link Banner

Hal ini dibenarkan Wakil Direktur Reskrimsus Polda Maluku, AKBP Harold. W. Huwae,S.IK, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Minggu (25/3).

”Untuk kasus tipikor anggaran publikasi dan iklan Badan PPKAD Kabupaten SBB, Selasa (20/3) kemarin, 3 anggota penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku telah berangkat ke Jakarta untuk melakukan pemeriksaan saksi kepada ahli dari Departemen Keuangan RI. Pemeriksaan ahli dari Depkeu RI adalah untuk menguatkan keterangan ahli mengenai ada tidaknya unsur pidana kasus tipikor anggaran publikasi dan iklan pada Badan PPKAD Kabupaten SBB,” ujarnya.

Baca Juga  Kantor Partai Demokrat Maluku Utara Disegel

Menurutnya, evaluasi terhadap pemeriksaan dari ahli tersebut akan dilakukan pihaknya usai melakukan pemeriksaan ahli dari Depkeu RI, sehingga pihaknya bisa beranjak ke langkah penanganan selanjutnya pada kasus dimaksud.

”Untuk pemeriksaan J. F. Putileihalat, belum bisa dilakukan kembali oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku pasca yang bersangkutan menang dalam praperadilan dari Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.  Sehingga berkaca dari praperadilan kemarin, Pak Direktur Reskrimsus Polda Maluku akan kembali mengambil langkah-langkah untuk dievaluasi kembali, apa yang harus dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Maluku untuk praperadilan yang kemarin dimenangkan oleh  J.F.Putileihalat,” jelasnya.

Mendukung pernyataan Huwae, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus), AKBP Firman Nainggolan,S.IK, yang berhasil dikonfirmasi terpisah, menyatakan surat perintah penyidikan tidak gugur setelah gugurnya tersangka dalam kasus dimaksud.

Baca Juga  Hari Ini Maluku Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 160 Orang

Karenanya, pihaknya masih akan memeriksa beberapa ulang saksi ahli.

Ditegaskannya, dalam pemeriksaan ulang ini Puttileihalat dipastikan akan dijerat dengan bukti baru dalam kasus korupsi dana publikasi tahun 2014 di kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa itu.

”Sprindiknya tidak gugur, maka kita proses ulang. Kita akan memeriksa lagi beberapa saksi dan juga pemeriksaan terhadap beberapa ahli, karena status tersangka sudah gugur. Namun tidak henti, tetapi penyidik melakukan penyidikan ulang,” tegasnya.

Apalagi akunya, putusan praperadilan yang menggugurkan status Puttileihalat sebagai tersangka, bukan bersifat final.

Untuk itulah, pihaknya melakukan penyidikan baru atas kasus dimaksud.

”Proses penyidikan ulang akan berjalan,” pungkasnya. (keket)