Danramil 1509-01/Bacan Beri Edukasi di Acara Rekonsiliasi Masyarakat Botang Lomang

oleh -76 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Danramil 1509-01/Bacan, Kapten Inf. Aga Galela dan Kepolisian (Kapolsek) Pulau Bacan menghadiri kegiatan fekonsiliasi yang di gelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang (Hipmabol) Halsel pada Ahad (30/5/2021).

Pada kesempatan itu, Danramil 1509-01/Bacan, Kapten Inf. Aga Galela selaku pembicara menyampaikan bahwa konflik yang terjadi antar desa pemicunya dari minuman keras (Miras). Menurutnya para konsumen minuman keras ini perlu ditindak tegas sehingga ada efek jera bagi mereka.

Danramil berharap adanya pembinaan khusus oleh pemerintah desa, toko agama, toko adat dan toko pemuda di masing – masing desa. ” Setiap desa perlu adanya pembinaan dari pemerintah desa kepada anak muda agar tidak bebas mengkonsumsi miras.

Baca Juga  Sukseskan Vaksinasi untuk Purnawirawan, Kodim 1509/Labuha Kerahkan Seluruh Personil Babinsa.

Aga Galela mengapresisi kepada Himpunan Pelajar Mahasiswa Botang Lomang yang sudah melaksanakan kegiatan rekonsiliasi tersebut.

Menyikapi kondisi sosial masyarakat botang lomang yang sering konflik itu, Danramil Inf. Aga Galela merencanakan akan membangun “Pos Ramil (red) antara perbatasan Desa Bajo dan Desa Pasimbaos.

“Akan saya upayakan sehingga dalam satu desa memiliki satu Babinsa, dan dari delapan desa ini kedelapan Babinsanya akan dijadikan titik sentralnya di Posramil yang direncankan akan kami bangun khususnya di Kecamatan Botang.

Sementara itu, AIPTU. Safril Ibrahim mewakili Kapolsek Pulau Bacan dalam arahannya memintah agar semua desa harus membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang konsumsi minuman keras.

“Untuk memanilisir terjadinya konflik akibat dari konsumsi minum keras, saya sarankan agar pemerintah desa bisa membuat peraturan desa terkait oknum pemuda yang sering mengonsumsi miras sehingga mengakibatkan konflik antar desa, “tandasnya.

Baca Juga  PDIP, Maju Kena Mundur Kena

AIPTU. Safril berharap, adanya dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat sehingga tingkat konsumsi minum keras di kalangan anak muda bisa di atasi dengan baik melalui perdes yang telah nantinya dibuat pemerintah desa.

Usai pembahasan rekonsiliasi tersebut, kepala desa dan masyarakat yang datang dari delapan desa itu menyepakati akan menindak tegas para pelaku konsumsi miras serta melakukan kerja sama dengan pihak keamanan dalam hal ini TNI Polri agar dapat mengatasi persoalan timbulnya konflik antar desa di Kecamatan Kepulauan Botang. (sarjan)