Deklarasi, massa diminta jangan naikkan bendera lain selain Merah Putih

oleh -73 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Nampaknya euforia dukungan massa kepada pasangan bakal calon  kepala daaerah, Irjen Pol Drs Murad Ismail dan Drs Barnabas Orno yang akrab dikenal dengan akronimnya BAILEO, Sabtu (27/1), mengindikasikan munculnya kekuatan baru dalam percaturan politik di Bumi Raja-raja, namun tetap saja ada sepenggal kisah tak mengenakkan.

Salah satu warga yang melintasi wilayah itu, Yapto (nama samaran-red), melihat adanya dukungan massa mencapai puluhan ribu itu menjadi catatan terbaru bagi pendeklarasian bakal calon kepala daerah (balon kada).

Sayangnya, salah satu aksi yang sangat mencoreng nama baik pasangan balon kada itu sendiri yakni penaikkan bendera salah satu partai politik (parpol) pendukung pasangan balon BAILEO.

Baca Juga  Pilkada 2020 Maksimalkan 500 Pemilih per TPS

Menurutnya, insiden itu justru memberikan gambaran yang tidak etis tentang massa pendukung.

Apalagi, akunya, Lapangan Merdeka (Lapmer) ini identik dengan simbol kemerdekaan negara 73 tahun silam.

Dengan adanya insiden seperti itu mengindikasikan massa pendukung yang tidak mau menghargai arti kemerdekaan dan menghargai jasa pahlawan.

”Karena kita tahu bahwa lapangan merdeka merupakan simbol kemerdekaan. Sering digunakan untuk upacara bendera merah putih dan sederetan acara nasional lainnya, bahkan untuk HUT-HUT. Lapangan ini juga dikenal dan digunakan masyarakat sebagai tempat olahraga dan tempat santai. Tapi juga merupakan tempat Pusaka Merah Putih dan pada lapangan merdeka sendiri hanya ada satu tiang bendera yang telah diukur sesuai aturan untuk mengibarkan bendera merah putih, bukan bendera lainnya,” jelasnya.

Baca Juga  Pimpin Upacara, Danrem 151/Binaiya Ucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1442 H

Dihimbaunya, pasangan balon kada yang akan melakukan deklarasi di lokasi yang sama, memperhatikan hal seperti ini.

Pasalnya, bukan hanya menjadi lambang negatif bagi pasangan balon kada, tetapi juga bagi parpol pendukung dan pengusung maupun simpatisannya sendiri.

”Ini merupakan satu tindakan yang salah dan memberi contoh Negatif terhadap pandangan masyarakat yang hadir, anak-anak kecil, bahkan anak sekolah yang turut hadir dalam deklarasi tersebut mau pun yang lewat. Bahwa sangat tidak menghargai dan menodai sang Pusaka Merah Putih,” pungkasnya seraya berlalu. (team)