Demo Bawaslu & KPU Halsel, Pendukung Bahrain Kasuba Tuding Usman Sidik Pakai Ijazah Palsu

oleh -52 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuh: Setelah kandidatnya gagal mendaftarkan diri selaku bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan, para pendukung Bahrain Kasuba dan Muhlis Sangaji menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bawaslu dan KPUD Halmahera Selatan, Senin (7/9/2020).

Massa Aksi bergerak dari titik kumpul sekretarit Gerindra menuju Kantor Bawaslu Halmahera Selatan Jalan Puskesmas Desa Tomori untuk menyampaikan tuntutannya,

Dalam orasinya Ridwan Towora yang juga merupakan salah satu masa aksi Team BK-MASIH, menyampaikan bahwa dalam mengunakan logika hukum manapun seharusnya berkas balon BK-MASIH diterima dulu baru diverifikasi faktual, kemudian ditolak atau diterima secara lisan maupun tulisan.

“Seharusnya KPU terima dulu baru disampaikan kekurangan berkasnya untuk dilengkapi sehingga sebenarnya ada apa dengan KPU,” teriaknya di depan Kantor Bawaslu Halsel.

Link Banner

Ridwan rupanya tidak faham dengan PKPU yang kini berlaku dalam pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020

Baca Juga  Esok, kasus ADD-DD Kilang dilimpahkan ke Kejari Ambon

Dalam orasinya, Ridwan menuding berkas salah satu kandidat bupati, yakni Usman Sidik. Menurutnya, Ijazah yang digunakan Usman diduga palsu.

Menurut Ridwan, pihaknya telah melakukan perbandingan Ijazah milik Usman dengan tiga Ijazah lain pada sekolah dan tahun yang sama, yakni: Ijazah Abujan Abd Latif, Umar Alhadar dan Subhan Djumati.

Menurutnya, ketiga Ijazah itu setidaknya memiliki empat perbedaan dengan ijazah yang dimiliki oleh Usman Sidik.

Perbedaan tersebut terletak pada, Pertama: Nomor Kode Ijazah : Pada Kode Ijazah Usman Sidik menggunakan OC yaitu 17 OC  og 0857530. Sedangakan pada ijasah ketiga lainnya menggunakan Kode OB, Yakni Abjan Abd Latif 17 OB og 0132161, Umar Alhadar No 17 OB og 0132172, Subhan Djumati No 17 OB og 0132169.

Baca Juga  Polwan Polda Maluku Peduli Sesama Ditengah Pandemi Covid-19

Kedua: Pada format penulisan isi ijazah: Pada Ijazah Usman Sidik menuliskan tanggal bulan tahun kemudian baru Nomor Keputusan, Yaitu tanggal 31 Januari 1992 No 02/217/Kpts/M/92. Sementara pada ketiga ijazah yang lain menuliskan Nomor Keputusan lebih dahulu baru kemudian tanggal, bulan dan tahun ijazah, seperti milik Abujan Abd Latif: Nomor 02/117/Kpts/M/92 Tanggal 31 Januari 1992, Umar Alhadar: Nomor : 02/117/Kpts/M/92 Tanggal 31 Januari 1992, Subhan Djumati: Nomor : 02/117/Kpts/M/1992.

Ketiga: Tanda Tangan Kepala Sekolah: Pada Ijazah Usman Sidik ; Tanda tangan kepala sekolah datar juga tarikan terakhirnya datar sementara ijazah yang dimiliki ketiga lainnya tanda tangan kepala sekolah agak miring keatas demikian pula tarikan terakhirnya keatas.

Keempat: Ukuran Cap, bentuk tulisan dan jenis alat tulis yang digunakan pada Ijazah Usman Sidik berbeda dengan yang terdapat pada Ijazah Abjan Abd Latif, Umar Alhadar dan Subhan Djumati.

Baca Juga  A Thousand Cuts, Potret Buram Kebebasan Pers di Filipina

“Untuk itu diharapkan KPU Kabupaten Halmahera Selatan dalam melakukan verifikasi faktual agar dapat mempertimbangkan kejanggalan-kejanggalan ijazah yang dimiliki Usman Sidik, karena merupakan syarat wajib dalam dokumen pendaftaran calon Bupati Halmahera Selatan,” gugatnya di hadapan massa aksi.

Para pendukung bupati aktif Bahrain Kasuba yang kecewa karena sang Petahana gagal bertarung ini, menginginkan adanya statement atau berupa klarifikasi oleh pihak Bawaslu Halsel. Namun tuntutan tersebut diabaikan oleh Bawaslu Halsel.

Masa yang kian kecewa karena diabaikan itu pun mengalihkan aksinya ke Kantor KPUD Halsel.

Tak berselang lama di KPU Halsel mereka akhirnya mengakhiri aksinya dan kembali ke titik kumpul di sekretariat Partai Gerindra. (red/bs)