Demo Di Depan Kantor Desa Koititi Halsel Berunjung Ricuh

oleh -227 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Aliansi Mahasiswa Gane Barat bersama masyarakat Desa Koititi melakukan unjuk rasa di depan Kantor Desa Koititi Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Kamis (18/6/2020).

Di ketahui, aksi gabungan mahasiswa dari Desa Doro, Koititi dan Cango yang membentuk Aliansi Mahasiswa Gane Barat ini dilengkapi satu unit Pick Up, Sound system dan spanduk.

Aksi mahasiswa itu berujung ricuh. Pasalnya sejumlah orang yang diduga aparat pemerintah desa beserta orang suruhan kepala desa melakukan tindakan peremanisme dengan memukul salah satu mahasiswa asal Doro yang melakukan aksi.

Beruntung aksi premanisme ini cepat dicegah oleh aparat keamanan dari Polsek Gane Barat dan Koramil Saketa

Sebelumnya, mahasiswa dan masyarakat Desa Koititi meminta kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membuat Petisi pencopotan Musli Marasabessy sebagai kepala desa, karena dinilai gagal, namun permintaan mahasiswa dan masyarakt tak pernah di respon.

Baca Juga  Selain Jadi Pinokio, Mata Jokowi kini Ditutup Masker

Koordinator Lapangan Aksi, Alvian Ali dalam orasinya menyampaikan bahwa ketika Musli Marasabessy sejak dilantik pada tahun 2017 hingga saat ini jarang berada di desa. Selain jarang berada di desa, Musli juga dinilai tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa.

“Musli Marasabesyy adalah kades ghoib alias jarang berada di desa. Selain jago menghilang, Musli juga pandai mengghoibkan Dana Dana,” kata Alvian dalam orasinya

Lanjutnya, banyak pos anggaran pembinaan dan pemberdayaan yang tidak direalisasikan, bahkan saat ada pos anggaran yang direalisasikan pun tidak maksimal

Mahasiswa asal Desa Doro ini juga menyampaikan bahwa dalam kondisi negara yang melawan wabah Covid-19 ini semestinya peran pemerintah dalam pencegahan lebih optimal bukan malah menambah beban dan membuat masyarakat lebih resah.

“Sebagai pemimpin, Musli seharusnya paham dan patuh terhadap peraturan, bukan seenaknya mengambil kebijakan yang merugikan rakyat. Anggaran tahap pertama 40% di tahun 2020 ini, semestinya ada langkah dan upaya untuk melakukan pencegahan Covid-19 dan pembagian BLT sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah,” teriaknya

Baca Juga  SMAN 13 harap tak ada peserta UN yang sakit

Ia juga menyampaikan bahwa aksi ini akan tetap berlanjut sampai di Ibukota Kabupaten Halsel.

Karena kepala desa tak berada di tempat, massa aksi kemudian memalang Kantor Desa sebagai bentuk protes, dan meminta Bupati Halmahera Selatan untuk segera mencopot Musli Marasabessy sebagai Kepala Desa Koititi. (red/adhy)