Demo di Kejati Maluku, FPLRM Desak Usut Bupati Malra

oleh -334 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sekelompok Pemuda yang tergabung dalam gerakan Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM), mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tingi Maluku Kamis,(11/2/2021).

Aksi demo yang dilakukan siang hari itu, terlaksana dengan baik tanpa ada tindakan yang bersifat anarkis.

Dalam orasinya, pendemo menuntut dan meminta kepada Kejati Maluku agar secepatnya melakukan penyelidikan terhadap Bupati Maluku Tenggara (Malra), Drs, Hi. Muhamad Thaher Hanubun, dan istrinya serta oknum-oknum lainya terkait dugaan kasus korupsi.

Usai unjuk rasa, kepada wartawan Korlap aksi, Jumri Rahantoknam berkata ada dugaan penyalahgunaan dana COVID-19 oleh Bupati Maluku Tenggara.

“Diduga Bupati Malra melakukan penyalahgunaan Dana COVID-19, karena sudah ada APBN senilai Rp.51 milyar untuk penanganan COVID-19 Kabupaten Malra, namun bupati masih saja meminta kepada “Ohoi” kalau orang Ambon bilang Negri, sebesar Rp.30 juta, entah itu buat apa?,” katanya.

Baca Juga  Kapolda Maluku Vicon Terkait Penerapan UU ITE

“Kemudian juga Rp.5 milyar dipergunakan hanya untuk masker, sementara masyarakat Maluku Tenggara tidak sempat merasakan secara keseluruhan memakai masker dari Bupati. Kami juga menduga ada penyelewengan karena sebagian anggaran di alokasikan ke pembangunan jalan trans Kei besar yaitu Kei Besar Selatan Barat dan Kei Besar Utara Barat,” tambahnya.

Jumri berharap agar penyalahgunaan dana ini segera di tuntaskan, Selanjutnya mereka membaca dan menyerahkan poin tuntunan kepada Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Usai menerima poin tuntutan, kepada wartawan Samy bilang akan segera melaporkan kepada pimpinan secara berjenjang, agar dapat selesaikan masalah tersebut.

“Tentunya setiap laporan yang masuk akan kita telah dan pelajari, untuk kemudian di tentukan langkah selanjutnya seperti apa. Nah apa yang di sampaikan oleh teman-teman forum penyambung lidah rakyat maluku ini, tentu kita akan laporkan kepada pimpinan secara berjenjang saat ini juga, setelah kegiatan ini selesai,” ungkapnya.

Baca Juga  Vernita Syabilla Dikabarkan Sebagai Kader PAN, Zulhas Bilang Begini
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette

Sebagai tambahan, berikut isi poin tuntutannya:

Kami Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, agar secepatnya melakukan penyelidikan terhadap Bupati Maluku Tenggara dan Istrinya serta oknum-oknum lainnya yang terlibat dalam proyek jalan lintas trans Kei Besar Maluku Tenggara dan anggaran COVID-19 yang di duga ada penyelewengan dan tindak pidana korupsi.

Kami Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku agar serius dan bijaksana atau profesional dalam melakukan penyelidikan terhadap Bupati Maluku Tenggara dan Istrinya serta oknum-oknum lainnya yang terlibat dalam proyek jalan lintas trans Kei Besar Maluku Tenggara dan anggaran COVID-19.

Baca Juga  Contohlah Pak Wiranto Dalam Melipatgandakan Kekayaan

Kami Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku terbuka atau transparasi dalam masalah-masalah ini.

Kami Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku agar dalam penyelidikan masalah ini, jika ada temuan bukti kuat maka kami mendesak segera menahan oknum-oknum tersebut.

Kami Forum Penyambung Lidah Rakyat Maluku (FPLRM) meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku agar secepatnya menyelesaikan masalah ini dan apabila di kemudian hari tidak ada penyelesaian maka kami (FPLRM) kembali dan mengusut tuntas masalah dengan cara kami. (valen)