Demo Tolak Omnibus Law-Cipta Ker Diwarnai Kericuhan, Pagar Kantor DPRD Maluku Rubuh

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pagar kantor DPRD Provinsi Maluku roboh, akibat didobrak para demonstran yang terdiri dari seluruh Organisasi Kemahasiswaan di Kota Ambon, saat mengelar aksi demonstrasi di kantor tersebut, Kamis (8/10/2020).

Para mahasiswa yang terbagung dalam Cipayung Plus Kota Ambon ini menyerbu kantor DPRD Provinsi Maluku,  Kamis (8/10/2020) menyampaikan penolakan mereka atas terbitnya undang-undang tersebut.

Selain merusak pagar kantor DPRD Provinsi Maluku, para pendemo juga mencorat-coret tembok di sekitar kantor tersebut. Para pendemo juga merobohkan pagar di kantor Gubernur Maluku.

Tak hanya melakukan aksi dorong, aksi lempar pun dilakukan oleh OKP dengan menggunakan kemasan air mineral. Para pendemo dalam orasinya menyatakan pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja telah ditolak masyarakat, karena sejumlah pasal ini dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Link Banner

Cipayung Plus yang melakukan aksi beranggotakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Baca Juga  BPBD SBB Tinjau Lokasi Banjir di Dusun Siaputi

Selain itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Sebelum melakukan aksi, para pendemo berkumpul di Monumen Gong Perdamaian Dunia Kota Ambon.

Penolakan terhadap UU Cipta Kerja tidak hanya datang dari kelompok mahasiswa, tetapi juga dari kalangan buruh. Sejumlah serikat buruh juga menggelar aksi demonstrasi di sekitar Jembatan Merah Putih (JMP), bersama mahasiswa.

Buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Maluku Melawan Omnibus Law (GERAMM) menggelar aksi demonstrasi yang menyebabkan satu jalur jembatan tersebut ditutup.

Ruas jalan dari arah Poka menuju ke Kota Ambon ditutup total. Kendaraan roda dua maupun empat hanya memanfaatkan satu ruas jalan di Jembatan Merah Putih saja. (red)

Baca Juga  Yan Warinussy: Pertemuan Jokowi dan 61 Tokoh Papua Tak Beri Solusi