Demonstrasi Terbesar Pecah, Tuntut PM Israel Benjamin Netanyahu Mundur

oleh -76 views
Link Banner

Porostimur.com | Yerusalem: Ribuan demonstran berkumpul di depan rumah dinas Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Sabtu (1/8/2020) malam.

Selain itu para demonstran juga memadati jalanan di pusat kota Yerusalem sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Ahad (2/8/2020).

Aksi demonstrasi juga pecah di Tel Aviv dan beberapa kota lain.

Demonstrasi tersebut ditengarai menjadi demonstrasi terbesar atas gelombang unjuk rasa yang berlangsung selama berpekan-pekan di Israel.

Ribuan warga Israel turun ke jalan, menyerukan Netanyahu untuk mengundurkan diri dan memprotes penanganannya terhadap pandemi virus corona.

Selain itu mereka juga menuntut Netanyahu untuk meletakkan jabatan karena saat ini sidang terhadapnya tengah berlangsung atas tuduhan korupsi.

Meskipun Netanyahu telah mencoba untuk menekan protes terhadapnya, aksi unjuk rasa yang semakin berkembang nampaknya tidak menjawab usahanya.

Baca Juga  Puluhan Rumah Rusak Akibat Gempa 5,2 SR di Labuha, Halmahera Selatan

Media Israel memperkirakan setidaknya 10.000 orang berdemonstrasi di dekat rumah dinas Netanyahu pada Sabtu malam.

Ribuan orang lain berdemonstrasi di jalan-jalan dengan suara riuh rendah namun teratur.

Demonstran mengibarkan bendera Israel dan meniup terompet dengan keras ketika mereka berbaris.

Banyak yang memegang spanduk yang bertuliskan “Menteri Kejahatan” dan “Bibi Go Home” atau menuduh Netanyahu tidak berhubungan dengan publik.

Ratusan orang tetap berada di daerah itu meski telah jauh melebihi jam tengah malam.
Mereka mengabaikan seruan polisi untuk pergi.

Pasukan antihuru-hara pindah ke daerah itu dan mulai membubarkan orang-orang yang masih tinggal.

Pada Minggu dini hari, sebagian besar orang yang tersisa tampaknya pergi dengan damai, tetapi polisi terlihat menyeret beberapa aktivis menjauh.

Baca Juga  Ketua DPD Pemuda LIRA Kota Ambon, Salim Rumakefing Dipecat, Musrim Keliobas Jadi Pengganti

Demonstrasi itu juga disinyalir sebagai aksi demonstrasi terbesar warga Israel sejak mereka melancarkan aksi demonstrasi pada 2011 yang memprotes tingginya biaya hidup.

Netanyahu telah mengecap demonstran tersebut sebagai “kelompok kiri” dan “anarkis”.

Sabtu malam, Partai Likud mengeluarkan pernyataan yang menuduh dua stasiun TV swasta Israel memberikan “publisitas yang berlebihan dan tak ada habisnya” kepada para pengunjuk rasa. (red/rtm/kcm)