“Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan berbasis desa/kelurahan ditargetkan akan memberikan kontribusi secara bootom up dari Desa untuk demokrasi Indonesia secara menyeluruh. Tentunya program ini membutuhkan keseriusan dan dukungan kita bersama agar program dapat terlaksana sebagaimana mestinya dan berimplikasi sebagaimana yang diharapkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/12/2021).
Sementara Ketua KPU Provinsi Maluku, Pudja Sutamat dalam sambutannya menyampaikan, Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini sangat penting, tidak hanya bagi KPU Kabupaten Kepulauan Sula, masyarakat di Desa Bajo atau lain sebagainya, tetapi menjadi tanggung jawab kita secara bersama untuk menciptakan desa sebagai pilar penggerak partisipasi masyarakat desa.
“Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan merupakan pilot project yang dicanangkan oleh KPU RI sangat tepat untuk kita didukung dalam rangka terus meningkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilu dan Pemilihan Serentak di tahun 2024,” katanya.
Sutamat menjelaskan, memang pada pemilihan terakhir tahun 2020 kemarin angka partisipasi pemilih di Maluku Utara meningkat dari Pemilihan sebelumnya di tahun 2018 maupun pada Pemilu di tahun 2019. Angka ini melebihi targat Nasional dalam Rencana Jangka Menengah sebesar 77,5%, dimana Kota Tidore Kepulauan keluar sebagai daerah dengan tingkat partisipasi tertinggi secara nasional 89,1% dan mendapat penghargaan dari KPU RI. sedangkan untuk Kabupaten Kepulauan Sula sendiri berada di angka 84,34%.









