Desa Tomara Dilanda Banjir, BPBD Halsel Turunkan Tim

oleh -153 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Desa Tomara Kecamatan Bacan Timur Tengah, sejak Rabu hingga Jumat (26/6/2020), mengakibatkan Kali Doklo Kiamat meluap dan membanjiri pemukiman warga di dua RT, yakni RT 05 dan RT 06.

“Air naik dari Rabu jam 2 dini hari dan jam 5 air bertambah tinggi. Kalau di RT 6 tingginya 1 meter lebih, tapi di RT 5 bisa lebih lagi,” ujar Ipang, warga Tomara, mengutip indotimur.com, Jumat,(26/6/20).

Ipang mengatakan, air merendam permukiman warga di RT 06 RW 05 setinggi 120 cm. Banjir Kali Doklo Kiamat, ini merupakan banjir yang keenam dalam kurun waktu dua bulan. 

“Masyarakat saat ini pakai katinting dan perahu sampan masuk keluar jalan raya,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain, Ruslan Yahya, berharap ada upaya yang cepat dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi banjir yang sering terjadi.

Baca Juga  Termakan Harapan Palsu

“Saat ini sebagian warga sudah mulai memindahkan barang-barang dan sudah mulai bersiap jika genangan air semakin tinggi,” jelasnya.

Dia menambahkan, meski saat ini air di pemukiman warga di Rt 05 dan 06 tersebut telah mulai surut, warga berharap agar secepatnya dibangun sodetan dari waduk agar pemukiman warga tidak kebanjiran lagi.

“Supaya cepat dibangun sodetan deh di waduknya, supaya kita enggak kebanjiran lagi,” ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) langsung menanggapi laporan warga Desa Tomara.

“Kami dapat laporan dari warga serta media, soal dampak dari banjir itu,” kata Kepala BPBD Halsel, Daud DjubediJumat,(26/6/2020).

Said mengatakan, selain Desa Tomara, pihaknya juga meninjau sejumlah Desa tetangga, seperti, Desa Songa, Bibinoi serta Desa Tabapoma untuk memastikan apakah kali-kali di kawasan itu, juga meluap. “Kami minta masyarakat untuk lebih waspada,” ujarnya.

Baca Juga  Hindari Wartawan Saat Akan Dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Bursel Alasan Pusing

“Nanti kita akan kerjasama dengan BMKG, agar sebelumnya sudah bisa kita mengumumkan bahwa daerah-daerah mana yang masuk dalam zona basah atau cuaca ekstrem,” terangnya. (red/rtm/itc)