Desember 2020 Maluku Alami Deflasi 0,07 Persen

oleh -18 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat Kota Ambon pada Desember 2020 mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dengan indeks harga konsumen (IHK)105,55.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Gunung Sitoli sebesar 1,87 persen, dan terendah terjadi di Kota Tanjung Selor sebesar 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Luweuk sebesar 0,26 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kota Ambon sebesar 0,07 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Asep Riyadi di Ambon, Senin (4/1/2020)

Dari 90 kota IHK di Indonesia, tercatat 87 mengalami inflasi dan tiga mengalami deflasi.

Dari 90 kota IHK, ranking IHK Kota Ambon turun ke posisi 44, inflasi bulanan Kota Ambon berada pada ranking 88, inflasi tahun kalender ranking 88, inflasi tahun ke tahun ranking 88.

10 komoditi utama yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon pada Desember 2020 di antaranya ikan layang, angkutan udara, ikan cakalang, pepaya, apel, sawi hijau, emas perhiasan, daging ayam ras, bayam, dan blus wanita.

Berdasarkan perkembangan harga berbagai komoditas menujukan adanya penurunan, dari hasil pemantauan BPS Provinsi Maluku pada Desember 2020 diketahui bahwa Kota Ambon kembali mengalami deflasi sebesar 0,07 persen atau terjadi penurunan IHK dari 105,59 pada November 2020 menjadi 105,52 pada Desember 2020.

Inflasi tahun kalender dan inflasi tahun ke tahun Kota Ambon tercatat sebesar 0,09 persen.

Asep mengatakan, selama Desember 2020 tercatat sebanyak 92 komoditas yang mengalami kenaikan harga dan 44 komoditas yang mengalami penurunan di Kota Ambon.

10 komoditi utama yang mengalami penurunan harga atau memberikan andil terbesar terhadap deflasi Kota Ambon pada Desember 2020 ikan layang (-1,1685 persen), angkutan udara (-0,1597 persen), ikan cakalang(-0,0374 persen), pepaya(-0,03 persen), apel(-0,0268 persen), sawi hijau(-0,0244 persen), emas perhiasan(-0,0230 persen), daging ayam ras(-0,0211 persen), bayam(-0,0211 persen), dan blus wanita(-0,0152 persen).

Sedangkan 10 komoditi yang mengalami kenaikan harga atau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kota Ambon adalah cabai rawit (0,1576 persen), telur ayam ras (0,0591 persen), bawang merah (0,0391 persen),buncis (0,0171 persen),bawang putih (0,0158 persen),kemeja pendek katun pria (0,0148 persen), tarif gunting rambut pria (0,0133 persen), kangkung (0,0120 persen), wortel (0,0119 persen), dan ikan cakalang diawetkan (0,0111 persen). (keket)