Dianiaya OTK, Siswa SMK di Halmahera Selatan ini Terluka Parah

oleh -590 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Aksi penganiayaan kembali terjadi di Halmahera Selatan (Halsel). Aksi penganiayaan tersebut melibatkan salah satu siswa inisial FD (17) yang diketahui masih menempuh bangku sekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Labuha.

Menurut keterangan yang diterima porostimur.com menerangkan bahwa korban menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) Taman Swering Habibi sekira pukul 21.00 WIT, tak lama kemudian pelaku memukul dari arah belakang kepala korban, saat itu pula korban pingsan dan tidak sadarkan diri.

“Menurut korban dia pigi di Taman Swering Habibi itu jam sembilan malam. Dan sampe di sana tidak lama datang dua orang laki-laki yang dia tidak kenal pa dorang dan dorang dua langsung pukul dia punya kepala dari arah belakang sampe dia semaput (pingsan)”, tutur Yandi Daeng Barang selaku keluarga sekaligus kakak kandung si korban saat ditemui wartawan di depan ruang operasi RSUD Labuha, Sabtu (28/8/2021) dini hari.

Baca Juga  Kapolsek KPS Bitung Bikin Program "Polisi Sahabat Masyarakat"

Selain itu, Manaf Daeng Barang orang tua korban menambahkan bahwa, sebelumnya korban didatangi dua orang pelaku yang sudah mengonsumsi alkohol dan meminta uang kepada korban. “Pelaku itu dua orang dorang dua minta dia doi (uang red) mungkin karena dia alasan tidak punya uang sehingga dorang pukul pa dia dalam kondisi gelap (malam hari),” ujar Manaf dengan wajah sedih.

Amatan porostimur.com atas kejadian tersebut, korban mengalami empat luka serius, luka terbuka yakni, pipi bagian kiri dua sayatan, pipi bagian kanan satu sayatan dan 1 lagi bagian dagu. Dengan kondisi luka tersebut korban dilarikan ke RSUD Labuha dan menjalani perawatan.

Hingga saat ini, kondisi korban belum diketahui tingkat cacatnya. Korban merupakan warga Desa Batutaga Kecamatan Botang Lomang Kabupaten Halsel dengan status sebagai pelajar di bangku SMA kelas dua.

Baca Juga  Siasati Masalah Pendidikan, Dosen FKIP Unpatti Turun Mengajar di Daerah Terluar

Sekedar diketahui keberadaan korban di lingkungan sekolahnya merupakan orang yang pendiam dan tidak pernah berbuat masalah sesama kerabat sekolahnya. “Dia pe orang pendiam bahkan di sekolah juga dia tidak tau buat masalah dan lain-lain”, ujar Nani sahabat kelas/ruangan korban saat berkunjung ke RSUD Labuh.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Halsel IPTU Hadad Hi. Djafar saat dikonfirmasi via Whatsapp mengatakan kasus masih dalam tahapan penanganan. “Masih penanganan”, katanya singkat. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.