Dicopot Dari Wakil Ketua DPRD Malut, Wahda Minta Ganti Rugi 300 Juta Rupiah

oleh -117 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Politikus Partai Gerindra, Wahda Zainal Imam, resmi dicopot dari posisinya selaku Wakil Ketua DPRD Maluku Utara. Pencopotan ini membuat posisi wakil rakyat daerah pemilihan Ternate-Halmahera Barat ini ‘turun’ menjadi anggota Fraksi Gerindra.

Pencopotan Wahda tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 06-0104/Kpts/DPP-GERINDRA/2021 tertanggal 15 Juni 2021 tentang Pimpinan DPRD dan Ketua Fraksi DPRD Partai Gerindra Provinsi Maluku Utara Tahun 2021-2024. SK tersebut ditandatangani Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani.

Posisi Wahda digantikan Sahril Tahir, anggota Fraksi Gerindra, yang sebelumnya juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Maluku Utara.

Wahda yang dikonfirmasi menyatakan, dirinya sudah cukup banyak berkontribusi terhadap partai. Selama menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra lalu, ia berhasil menempatkan 5 kursi untuk Gerindra di DPRD Malut.

“Menempatkan saya sebagai pimpinan itu pun tidak gratis, karena dapat SK partai sebagai syarat jadi pimpinan dewan pun harus saya bayar Rp 300 juta,” bebernya dilansir dari cermat, Sabtu (3/7/2021).

Baca Juga  5 Rekomendasi Sepatu High Heels Paling Nyaman untuk Kerja

Karena itu, sambungnya, penggantinya di kursi Wakil Ketua DPRD harus mengganti uang yang ia setorkan ke DPP tersebut.

“Kalau diganti, silahkan saja. Tapi gimana dengan Rp 300 juta yang saya setor ke DPP Gerindra itu? Gimana kalau Sahril mau ganti, please, tapi ganti uang saya dong,” ucapnya.

Ia menambahkan, selama ini Sahril berjuang di DPP agar dirinya digantikan. Namun rupanya Sahril juga ikut dicopot sebagai Ketua DPD Gerindra Malut. Posisi Sahril ini digantikan Muhaimin Syarif.

“Sahril berjuang untuk gantikan saya oleh orang lain, tetapi tidak berhasil. Ternyata Sahril juga didepak dari ketua partai dan digantikan Muhaimin Syarif yang sementara Ketua DPC Gerindra Taliabu. Jadi alhamdulillah Muhaimin Syarif sukses,” pungkasnya.

Baca Juga  KNPI Malut Ajak Seluruh Pemuda Bergabung Dalam Aksi Ormas Islam Besok

Sementara Sahril Tahir mengaku dirinya tak tahu-menahu soal setoran Rp 300 juta dari Wahda ke DPP. Pasalnya, saat dirinya menerima SK pergantian Wakil Ketua dari DPP tak ada satu sen pun yang harus ia bayarkan ke DPP.

“Sampai SK kemarin saya terima, tidak pernah ada uang satu sen pun saya keluarkan,” ucapnya.

Disita dari tandaseru.com, SK pergantian Wahda tersebut diterima Sahril langsung dari Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

“Jadi saya tidak tahu soal setoran-setoran seperti itu. Yang jelas, ketika saya menerima SK pergantian sebagai Wakil Ketua DPRD itu tidak ada namanya bayar-membayar ataupun kontribusi ataupun lain-lain pungutan,” tandas Sahril.

Baca Juga  Ketua Pengadilan Agama Temui Kapolda Maluku

(red/tsc)