Diduga Ada Pemotongan Milyaran Rupiah Dana BOS Afirmasi di Disdikbud Halsel

oleh -75 views
?
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan, diduga melakukan praktek pemotongan terhadap Dana BOS Afirmasi dengan jumlah yang cukup fantastis.

Sumber porostimur.com yang identitasnya tidak mau dipublikasi memaparkan sejumlah data yang menurutny valid.

Dia menyebut untuk belanja APD Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Halamhera Selatan mematok masing-masing sekolah untuk tingkat SMP sebesar Rp. 25.200.000 dan Rp. 22.500.000 untuk SD.

“Paling anehnya lagi belanja APD Covid-19 khusus Hand Sanitizer saja sebesar Rp. 9.000.000,” katanya.

Link Banner

Sumber ini mengatakan, ada lebih dari 100 sekolah baik SD maupun SMP penerima BOS Afirmasi yang dipotong dananya.

“Jika diilustrasikan per sekolah menyetor Rp.22.000.000 x 100 Sekolah = Rp.2.200.000.000. Dana sebesar itu diduga dikelola oleh Sekretaris Dinas, Umar Iskandar Alam atas perintah Kepala Dinas Hi. Nurlela Muhammad.

Baca Juga  Tim mediator terima sepucuk senpi rakitan dan sebuah bom rakitan

“Bukan hanya itu, saat pengambilan rekomendasi pencairan ada pegawai dinas Pendidikan bernama Ina dan Hera serta Kepsek SD 170 Halsel, Farid memberitahukan kepada para kepala sekolah bahwa ini perintah dari ibu Kadis Nurlela, maka masing-masing sekolah harus memberikan uang pertisipasi sebesar Rp. 1.000.000,” bebernya.

“Atas kejanggalan ini, kami juga telah mengadukan ke Manajemen BOS Kemendikbud, maka dari itu kami mengajak kepada para kepala sekolah untuk melaporan hal yang sama ke Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemdikbud ( 021-57903020, 021-57950225, 021-57903017),” tutupnya.

Terpisah Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Halsel, Nurlela Muhammad dikonfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp dengan singkat menjawab “tidak benar Tdk benar, bs konfirmasi langsung di sek dinas, “.

Baca Juga  KNPI Minta Kapolda Malut Tangguhkan Penahanan Buruh PT. IWIP

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Halsel Umar Iskandar Alam saat dikonfirmasi, membantah sinyalemen tersebut.

“Bukan dipotong. Dana itu tetap berada pada rekening sekolah, belanjanya secara online ke Sipla. Setelah barangnya datang baru kepala sekolah transfer dana ke pihak penyedia. Tidak ada hal tersebut dan itu tidak benar,” katanya. (adhy)

Bos Afirmasi adalah adalah program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada didaerah tertinggal. Yang dikelolah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.