Diduga Akibat Petasan, Satu Rumah Warga di Ambon Terbakar

oleh -144 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sebuah rumah di kawasan Gunung Nona Kramat Jaya RT 002/008 Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon terbakar pada Minggu (15/12) sekitar pukul 16.00 WIT.

Kasubbag Humas Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda. Julkisno Kaisupy mengungkapkan dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh petasan yang dimainkan anak-anak di sekitar rumah.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Kerugian material karena rumah terbakar diduga mencapai 700 juta rupiah. Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena petasan yang dimainkan anak-anak sekitar rumah tersebut,” ungkap Kaisupy Minggu (15/12).

Mantan Kapolsek Teluk Ambon ini beberkan kronologis kejadian sesuai keterangan saksi Dedi Anwar penghuni rumah berawal saat sore itu saksi sementara membersihkan rumah. Saat itu saksi mendengar suara anak-anak yang sementara bermain petasan/ mercun tepat di dapur rumah. Karena kebiasaan anak-anak bermain petasan jelang hari Natal di bulan Desember, saksi tidak menghiraukan keberadaan anak-anak tersebut.

Saksi kemudian melanjutkan pekerjaannya membersihkan rumah. Usai melakukan pekerjaan itu, saksi langsung masuk kamar untuk beristirahat.

Baca Juga  Jokowi dan Para Menteri Perlu Diisolasi di Pulau Seribu

Saat saksi sementara beristirahat terang Kaisupy, beberapa menit kemudian saksi mendengar suara ibu-ibu tetangga rumah sambil berlarian berteriak kebakaran. Saksi kemudian bangun dan keluar kamar untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi.

“Saksi kemudian keluar kamar menuju ke arah dapur. Saat membuka pintu masuk dapur, saksi terkejut mendapati bagian dapur sudah terbakar,” terang Kaisupy.

Personil Polsek Nusaniwe berada di TKP Kebakaran rumah di kawasan Gunung Nona Kramat Jaya, Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe.

Untuk mencegah api merambat ke rumah lain, saksi bersama sejumlah tetangga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak berapa lama kemudian datang sejumlah personil polisi dari Polsek Nusaniwe ke TKP. Personil kepolisian ini ikut membantu warga bersama memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Baca Juga  Tingkatkan Sinergitas, Komisi III DPRD Kepulauan Sula Silaturahmi dengan Kejari Sanana

Pukul 16.20 WIT, tiga unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) Pemerintah Kota Ambon serta satu unit mobil tangki air tiba di lokasi.

Sejumlah personil Damkar langsung beraksi menarik selang menuju rumah yang dilalap si jago merah. Beberapa menit kemudian, petugas damkar bisa menguasai keadaan dan api berhasil dipadamkan.

Dengan peristiwa ini, Kaisupy berharap dan menghimbau semua pihak terutama orang tua agar dapat mengontrol anak-anak yang sedang bermain petasan.

“Kita sudah lihat peristiwa kebakaran ini yang diakibatkan ulah anak-anak main petasan. Karena itu saya menghimbau kepada semua pihak terutama para orang tua agar dapat mengontrol anak-anak yang bermain petasan. Tujuannya agar dapat mencegah kejadian yang tidak kita inginkan. Contohnya kebakaran ini. Karena itu mari kita sama-sama menjaga anak-anak yang bermain petasan. Jangan dibiarkan begitu saja. Bisa merugikan orang lain,” tandas Kaisupy

Baca Juga  'Surat dari Timur' Ajak Penggemar Glenn Fredly Bernostalgia

Untuk diketahui, rumah naas itu milik keluarga Fendri Paliama yang sementara dikontrak oleh PT Karunia Jaya Bersama, agen semen Conch di Kota Ambon. Rumah tersebut dihuni Dedi Anwar (30) karyawan PT Karunia Jaya Bersama. (keket)