Diduga Aniaya Alumninya, Ketua PMII Minta Oknum Guru SMPN 14 Ambon Ditindak

oleh -0 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ambon, mendesak Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ambon, agar segera memberikan sanksi kepada okum guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Ambon, yang secara sadar melakukan tindakan kebiadaban yang tidak bermoral terhadap salah satu alumni mereka.

Diduga oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Ambon berinisial L, melakukan tindak kekerasan fisik terhadap salah satu alumni PMII Cabang Ambon yang juga mantan Ketua Kopri PMII IAIN Ambon masa khidmat 2016-2017.

Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ambon Abdul Gafur Rusunrey mengatakan, dirinya merasa kesal terhadap perlakuan guru tersebut.

Baca Juga  Arkeolog: Kepulauan Kei Penting Karena Jembatani Sahul, Wallacea, dan Paparan Sunda

“Saya merasa kesal dengan tindakan oknum guru tersebut. Apalagi korbannya adalah salah satu warga pergerakan kami,” kata dia kepada jurnalis porostimur.com, lewat keterangan tertulisnya pada Sabtu (19/2/2022).

“Insiden ini terjadi di tengah-tengah masyarakat umum, hal ini membuat moral dan perilaku seorang guru PNS SMPN 14 Ambon, menjadi buruk di mata masyarakat,” ungkap dia.

Lanjut Rusunrey, bukannya memberikan contoh yang baik agar dapat diteladani oleh masyarakat, justru malah sebaliknya membuat kegaduhan dan berujung kekerasan fisik terhadap perempuan. Ini sangat memalukan.

“Olehnya itu dapat saya tegaskan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ambon, agar segera memanggil oknum pelaku untuk diberikan sanksi jika perlu dipecat saja. Sebab di nilai telah melanggar Kerpres No. 181 Tahun 1998 Tentang Pembentukan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan yang diubah dengan Perpres Nomor 65 Tahun 2005,” tegas dia.

Baca Juga  DPRD Maluku Tetapkan 19 Ranperda Jadi Propemperda Tahun 2022

“Apabila Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ambon, tidak memberikan sanksi bagi oknum guru tersebut, maka PMII Cabang Ambon akan melakukan konsulidasi besar-besaran di tengah-tengah covid 19 untuk melakukan aksi demonstari di depan kantor wali kota,” ujar dia.

Rusunrey bilang , dirinya sudah mengawal korban untuk melaporkan masalah ini ke pihak yang berwajib.

“Saya juga sudah mengawal korban untuk melaporkan pelaku di polsek kota agar pelaku dapat diproses secara hukum sesuai rujukan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Pelarangan Diskriminasi yang diatur dalam Pasal 3 ayat (3), yang berbunyi: Setiap orang berhak atas perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia, tanpa diskriminasi,” ungap dia.

Baca Juga  25 Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Positif Covid-19

Rusunrey berharap, kasus ini mendapatkan perhatian serius dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Ambon, agar pelaku diberi sanksi sesuai aturan ASN yang berlaku dan kiranya menjadi contoh buat semua guru PNS se-kota Ambon. (Akib)

No More Posts Available.

No more pages to load.