Diduga Depresi Kakek 59 Tahun di Sanana Gantung Diri

oleh -103 views
Link Banner

Porostimur.com, Sanana – Diduga depresi salah satu warga Desa Wailau, Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula berinisial SS (59 tahun) nekat mengakhiri hidupnya di kebun dengan cara gantung diri.

Informasi yang dihimpun porostimur.com di lapangan menyebutkan, aksi bunuh diri itu terjadi pada hari Senin  (4/4/2022), sekitar pukul 09.00 WIT

Seorang saksi bernama Kadir Sapsuha yang merupakan adik kandung korban menerangkan bahwa pada hari Minggu, Tanggal 3 April 2022 sekitar Pukul 10.00 WIT, saksi yang dari kebun hendak pulang ke rumah, berpapasan dengan korban di tengah jalan.

Kadir bilang, saat itu korban hendak berjalan menuju kebun, kemudian saksi mengajak korban pulang bersama-sama, namun korban tidak mengikuti saksi untuk pulang sehingga saksi langsung pulang dan tidak lagi menghiraukan korban.

Sekitar pukul 16.00 WIT, saksi bersama keluarga mencari korban untuk persiapan berbuka puasa namun korban tidak kunjung pulang sehingga keluarga korban menanyakan keberadaan korban kepada masyarakat dan salah satu warga menyampaikan bahwa melihat korban berjalan menuju kebun dan sempat mengajak korban untuk pulang namun korban menyuruh warga tersebut agar pulang dan nanti korban menyusul.

Baca Juga  Lima Desa Wisata di SBB Raih Penghargaan Kemenparekraf

Pada hari Senin, Tanggal 4 April 2022, keluarga korban bersama warga Desa Wailau mencari korban di sekitar kebun, berdasarkan petunjuk dari warga.

Sekitar pukul 08.00 WIT, korban ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali pada sebuah cabang pohon oleh sejumlah warga yang melakukan pencarian.

Salah satu warga lantas memberi kabar kepada keluarga korban kemudian kelurga korban bersama warga menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban dan dibawa ke rumah duka.

Berdasarkan keterangan saksi bernama Nyong Laode Badrun, korban berdomisili di Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Namun semenjak istrinya meninggal dunia, korban merasa sering sakit-sakitan tetapi korban tidak mengetahui penyakit yang dideritanya dan korban telah beberapa kali melakukan pemeriksaan (chek-up) di rumah sakit dan klinik praktek namun dari hasil pemeriksaan dokter menyampaikan korban tidak mempunyai penyakit.

Baca Juga  48 CPNS Kemenag Maluku Ikut Latsar Gelombang II

Kemudian korban datang Desa Wailau, dengan membawa serta tiga orang anaknya guna melakukan pengobatan tradisional. Akam tetapi sekitar 1 (satu) bulan tinggal di Sanana untuk berobat, korban merasa tidak ada perubahan, sehingga kondisi sakitnya selalu menghantui pikiran korban. Akhirnya pada Tanggal, 4 April 2022, sekitar pukul 08.00 WIT, korban dikabarkan ditemukan telah gantung diri di sebuah kebun.

Almarhum meninggalkan 4 orang anak, yang anak pertama anggota TNI yang tengah bertugas di Papua Barat, anak kedua baru lulus SMA dan dua anak kembar sementara masih duduk di kelas 1 SMP. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.