Diduga Kehamilan RN Melibatkan Dua Pria Berbeda, Keluarga Suami Minta Polres Halsel Lakukan Tes DNA

oleh -2.064 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Kasus dugaan perzinahan ayah dan anak kandung, yang telah dilaporkan oleh sangat suami ke Polres Halmahera Selatan, kini makin melebar dengan diseretnya nama SS sebagai pelaku oleh AK.

Pihak keluarga Muhlis pun mendesak Polres Halmahera Selatan untuk menemukan bayi yang baru dilahirkan tersebut guna kepentingan tes DNA.

Muhlis, selaku suami sah RN bersama keluarga besarnya meminta agar Polres Halsel dapat menghadirkan anak (bayi) yang dilahirkan sang istri yakni RN alias Rafika. Pasalnya Muhlis menilai keterangan mertuanya tidak sesuai kejadian.

“Saya dan keluarga berharap agar pihak Polres dapat membantu temukan bayi yang dilahirkan istri saya yakni anak yang kedua. Karena kelahirannya tanpa sepengetahuan saya selaku suami sah RN, guna melakukan tes DNA untuk dapat mengetahui siapa yang menghamili istri saya,” pungkasnya.

Link Banner

Sementara itu, Danpos Pol Desa Madopolo Kecamatan Obi Utara AIPTU, M. Yusup Nijar yang ditemui wartawan media ini, Selasa (23/2/2021) kemarin mengatakan bahwa saat dirinya menemui AK yang tak lain mertua Muhlis sekaligus ayah dari RN, AK mengaku bahwa pelaku yang menghamili istri Muhlis adalah warga Desa Laiwui.

Baca Juga  WhatsApp Down di Sejumlah Negara, Termasuk Indonesia

“Saya sudah datangi orang tua perempuan, dia bilang yang kasih hamil anaknya itu laki-laki berbeda agama, warga Desa Laiwui yang kerja di Kawasi (Obi), sampai melahirkan satu anak perempuan,” ungkap AIPTU M. Yusuf.

“RN kenal saya punya kaponakan tapi kalau salah melanggar hukum harus di hukum agar semuanya sama,” sambungnya.

Kata Danpos AIPTU M. Yusup bahwa siapa pun yang membuat laporan sah-sah saja untuk diterima apa lagi pihaknya sebagai pelayan publik.

Ia menambahkan sangat mendukung wartawan dan Polri karena keduanya merupakan Mitra, “Jadi perlu saya katakan sekali lagi, saya sangat mendukung wartawan dan wartawan mendukung Polri untuk bagaimana torang sama-sama menjaga keselamatan rakyat dan memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” katanya.

Baca Juga  2021, PUPR Alokasikan Rp 12 T untuk Program Padat Karya

AIPTU M. Yusup bilang dalam hal ini juga dirinya tidak mungkin melanggar hukum. “Saya punya tupoksi karena saya memahami ini ranahnya siapa dan itu ranahnya siapa,” tutupnya.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, mertua Muhlis, AK membantah dugaan yang ditujukan kepadanya, yakni perbuatan perzinahan dirinya dan RN yang tak lain anak kandungnya tidaklah benar.

“Itu tidak benar, yang menghamili anak saya RN hingga melahirkan satu anak perempuan itu warga Kayoa namanya SS yang juga suami orang, “ucapnya.

“Laki-laki kerja di Houl Sagu Obi dan bayi yang dilahirkan RN diasuh oleh ibu Ayu di Ternate. Ada juga foto ibu Ayu dan suaminya yang asuh si bayi tersebut,” kata AK. (adhy)