Diduga Korupsi, Bupati Diminta Copot Kades Tawa

oleh -53 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Dugaam Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Desa Tawa, Kecamatan Kasiruta Timur, Halmahera Selatan terus menguat dipermukaan publik. Sebab penulusuran penegak hukum disertai berbagai desakan terus diutarakan masyarakat setempat agar Kades Tawa Bahtiar Hakim bisa diadili seadil-adilnya.

Kedok korupsi Bahtiar Hakim selama tiga tahun anggaran, ini baru resmi ditanganai penegak hukum (Kejaksaan Negeri Halsel) pada Tahun 2020, setelah sebagian besar masyarakat Desa Tawa ramai-ramai menyuarakan dan melaporkannya.

“Memang tahun-tahun sebelumnya sempat disuarakan sebagian masyarakat dan mahasiswa setempat namun masih tersimpan rapih hingga memasuki tahun ketiga ini. Saat ini Kejaksaan Negeri Halsel telah melakukan pengumpulan data dan alat bukti tingka laku Bahtiar Hakim berbaur ‘Pancuri Doi Rakyat’ bersama sejumlah oknum disekitarnya,” kata salah satu masyarakat Desa Tawa, Astuty Rasid kepada media ini melalui sambungan telepon, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga  HUT RI-75, Pemerintah Luncurkan Tradisi Baru Peringatan Kemerdekaan

Menurut Astuty, kasus dugaan tindak pidana kejahatan korupsi Bahtiar Hakim terhadap DD selama tiga tahun anggaran mulai dari 2017-2018 dan 2019 yang merugikan negara kurang lebih Rp. 500 Juta.

Link Banner

“Hasil audit Inspektorat tahun 2019 sudah keluar dan temuannya Rp. 100 Juta lebih. Belum lagi tahun 2017 dan 2018,” katanya.

Astuty bilang hasil audit Inspektorat investigasi Desa Tawa tahun 2019 ditemukan kerugian negara tak lari dari Rp. 100 Juta lebih, artinya jika 2019 saja Rp.100 Juta lebih kerugian negaranya, terus di dua tahun sebelumnya itu maka dipastikan dalam setahun negara mengalami kerugian diatas dari Rp. 200 Juta. Jika dikalikan tiga tahun anggaran maka mencapai setengah miliar lebih atau Rp.500 Juta sekian.

Pihaknya mengaku audit 2017-2018 banyak ditemukan kejanggalan sehingga Inspektorat Halsel harus melakukan audit investigasi ulang terhadap pengelolaan DD Tawa.

“Dua tahun anggaran itu audit tidak jelas maka kami masyarakat meminta dengan hormat agar inspektorat wajib dan harus melakukan audit investigasi kembali pengelolaan DD Tawa,” pinta Astuty.

Baca Juga  Dapur Lapangan Brimob Maluku Terus Distribusikan Paket Nasi untuk Masyarakat

Menurutnya audit Inspektorat 2017 hanya mendapatkan kekurangan Rp15 juta sekian dan 2018 juga tidak beda jauh itu sangat aneh sebab kenyataan di lapangan sangat berbeda karena banyak item yang terdapat kejanggalan.

“Banyak kejanggalan di dua tahun anggaran itu, jadi wajib hukumnya Inspektorat lakukan audit investigasi ulang,” tegas Srikandi Desa Tawa itu.

Selain pengelolaan DD Tawa 3 tahun itu, Astuty juga meminta agar Kejari Halsel segera menuntaskan kasus korupsi Bahtiar Hakim selama 3 tahun ini. “Kami minta Kejari agar lebih fokus menindak tegas korupsi yang dilakukan Bahtiar Hakim,” pinta Astuty.

Lebih jauh lagi satu-satunya aktivis perempuan yang masih progresif dan kritif itu meminta dengan hormat agar Bupati Halsel Bahrain Kasuba segera menyiapkan karteger Kades Tawa untuk menggantikan Bahtiar Hakim sebab saat ini masyarakat setempat tidak lagi menginginkan Bahtiar Hakim jabat sebagai kades.

Baca Juga  Satgas COVID-19 Lantamal VIII Kembali Ba Semprot Disinfektan di Kabupaten Minahasa

“Pak Bupati Bahrain segera siapkan karteger untuk gantikan Bahtiar Hakim,” tegasnya. Sembari menyebut bukan hanya DD 3 tahun bermasalah akan tetapi pengelolaan anggaran Covid19 di tahun 2020 ini juga sehingga tidak ada lagi yang harus dipertahankan.

Bahkan Astuty juga menyesalkan soal pelayanan publik di Desa Tawa. Ia menyebut jika Bupati Halsel tidak percaya berbagai kegelisaan masyarakat setempat, maka segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung. “Pelayanan masyarakat juga sangat parah. Kalau pak Bupati tidak percaya coba cek langsung di Desa Tama,” tutupnya. (red/adhy)