Diduga Mabuk, Polisi di Ternate Aniaya Pegawai Kemenkumham

oleh -69 views
Link Banner

Porostimur.com, Ternate – Oknum polisi yang bertugas di Polda Maluku Utara berinisial F, diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang ASN bernama Rifdal Ade Jhon (33 tahun). Korban merupakan pegawai Lapas Kelas IIA Ternate.

Informasi yang diterima menyebutkan, insiden pengeroyokan itu terjadi di ruas jalan raya Kelurahan Tarau, Kota Ternate, Sabtu (21/5/2022) sekitar pukul 15.15 WIT. Saat memukul korban, F diduga di bawah pengaruh alkohol.

Korban Rifdal saat dikonfirmasi mengatakan, saat itu ia berkendara dari arah selatan menuju utara. Pria yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai sopir Grab ini tengah mengantar tamu rombongan DPP KNPI menuju Pantai Jikomalamo.

Sesampainya di Tarau, F yang tengah berkumpul dengan segerombolan pemuda setempat mengadang mobilnya dengan sepeda motor.

“Karena dipalang, saya berhenti sebentar sambil meminta secara baik dengan alasan saya lagi bawa tamu dari pusat,” ujar Rifdal, mengutip tandasedu.com, Minggu (22/5/2022).

Baca Juga  Gempa Magnitudo 2.7 Guncang Ambon Sore Ini

Meski diabaikan F, salah satu rekan F lantas membuka jalan agar kendaraan bisa lewat.

“Saya bergegas lewat sambil mengangkat jempol sebagai bentuk ucapan terima kasih karena sudah membantu saya untuk lewat,” sambung Rifdal.

Tak dinyana, F justru mengejar mobil Rifdal dengan sepeda motor dan kembali mencegatnya. Ia lalu meminta Rifdal turun dari mobil sembari mengeluarkan kata-kata makian.

“Saya bilang ke dia salah saya apa? Bukannya abang tadi yang malang jalan duluan? Iya, tapi kau tadi nunjuk jari tengah ke saya maksudnya apa? Jawab dia begitu,” kata Rifdal.

Ia berusaha menjelaskan bahwa ia hanya mengangkat jempol ke rekan F, namun F tak percaya. Adu mulut pun tak bisa dihindari hingga F akhirnya memukul Rifdal berulang kali.

Baca Juga  Antisipasi Invasi Rusia, AS Tambah 3.000 Tentara ke Dekat Ukraina

“Dari pertikaian kami, banyak warga setempat yang datang. Bahkan teman-teman pelaku juga datang dan membantu pelaku mengeroyok saya,” tambahnya.

“Saat itu yang saya pikirkan bukan cuma keselamatan saya sendiri, tapi ada tamu dari luar daerah. Tujuannya kan mau kasih tahu bagaimana kondisi Ternate. Selain wisata yang bagus, keramahtamahan warganya juga baik, akan tetapi malah dapat musibah kayak gini,” sesalnya.

Akibat peristiwa tersebut, usai mengantarkan tamu ke tempat tujuan langsung Rifdal lalu balik menuju Polres dan membuat laporan pengaduan.

“Jadi setelah itu sekitar selesai salat Magrib saya datang ke SPKT Polres dan membuat laporan dan disertai visum,” jelasnya.

Selain membuat laporan pengaduan di Polres Ternate Rifdal juga mendatangi Bidang Propam Polda Malut setelah mengetahui pelaku pemukulannya merupakan anggota polisi.

Baca Juga  1.441 Anak Dhuafa Ikut Khitan Massal Termasuk di Ternate

“Karena waktu pertikaian saya sempat video pelaku dan membagikan di grup WhatsApp, tujuannya agar mengetahui identitas pelaku yang memukul saya. Jadi ada beberapa teman saya yang mengetahui dan membenarkan kalau dia itu polisi,” pungkasnya. (red/tsc)