Diduga Monopoli Proyek di Pemkab Kepulauan Sula, HMI Cabang Sanana Desak Polres Segera Tangkap Dua Pemilik Perusahaan

oleh -319 views
Link Banner

Porostimur.com|Sanana: Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sananamendesak Kapolres Kepulauan Sula agar segera menangkap dan mengadili oknum pemilik perusahan yang diduga melakukan praktek monopoli poroyek di lingkup pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Ketua umum HMI Cabang Sanan Usman Buamona menyampaikan, berdasarkan temuan Panitia Khusus (Pansus) LKPJ 2019 DPRD Kepsul yang disampaikan dalam Sidang Paripurna kemarin bukan sekedar menjadi laporan untuk Polres Kepulauan Sula, akan tetapi ini menjadi catatan penting sebagai lembaga penegak hukum, agar turut mengantisipasi dan mengamankan uang negara dalam kasus dugaan monopoli proyek oleh perusahan CV. Permata Hijau, CV. Permata Bersama dan CV. Bumi Permata yang mengakibatkan proses pembangunan di Kepulaun Sula terbengkalai.

Baca Juga  Kebakaran di Waiheru, 3 Kios Habis Dilalap Api

“Sebab monopoli proyek bukan hanya melanggar “UU Nomor: 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, tetapi juga merugikan negara dan lebih dari itu hasil pekerjaannya dipastikan berkualitas rendah, bahkan tidak sesuai dengan prosudur penyelesaian, jelas Usman kepada porostimur.com, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Usman, sebuah perusahaan atau orang yang mendapatkan tujuh sampai sembilan paket proyek dalam setahun, sudah barang tentu fokus kerjanya menjadi terbagi, Dalam kondisi tersebut, sering kali pengerjaan sebuah proyek menjadi asal-asalan yang penting bisa selesai tepat waktu sebagaimana tertuang di dalam dokumen kontrak yang di tentukan.

Sementara kualitas menjadi dikesampingkan. Hal itulah yang membuat seringnya terjadi kerusakan sebelum waktunya bahkan ada yang terbengkalai.

Baca Juga  Bupati Kepulauan Sula Kunjungi Waterboom Waibau

“Seringnya terjadi kecelakaan kerja bahkan sesuai pernyataan Ketua Pansus LKPJ DPRD Safrin Gailea bahwa sebagian proyek di Kabupaten Kepulauan Sula bermasalah dan hanya empat proyek yang selesai dan memenuhi standar penyelesaian”, katanya.

Usman menambahakan, olehnya itu HMI Cabang Sanana mendesak Polres Kepulauan Sula agar segera menangkap pemilik perusahan yang diduga menerapkan praktek monopoli proyek di Kabupaten Kepulauan Sula ini.

“Karena praktek monopoli seperti itu hanya menguntungkan sekelompok pihak dengan mengorbankan uang negara dan merugikan masyarakat Sula pada umumnya. Apabila ini tetap dibiarkan, maka setiap tahun ratusan miliar uang negara dikorupsi oleh sindikat mafia proyek di Kabupaten Kepulauan Sula”, tutup Ketua Umum HMI Cabang Sanana. (ifo)