Diduga Peras Pengusaha, Dir. Reskrimum Polda Maluku Diperiksa Propam, Ada Kabar Burung?

oleh -905 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku, Kombes. Sih Harno diduga memeras seorang pengusaha asal Jawa Timur (Jatim) berinisial AY. Atas kasus tersebut, Propam Mabes Polri menyatakan telah memeriksa Kombes Sih Harno.

“Dir Krimum Polda Maluku sudah diperiksa oleh Biro Paminal Divisi Propam Polri,” ujar Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo seperti dikutip dari detikcom, Jumat (22/10/2021).

Sambo menyebut Biro Pertanggungjawaban Profesi (Wabprof) masih bekerja menangani kasus ini. Mereka tengah melaksanakan audit investigasi.

“Sekarang sedang dilaksanakan audit investigasi oleh Biro Wabprof terkait kasus tersebut,” ucapnya.

Sambo menambahkan, Kombes Sih Harno bakal disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Sidang kode etik akan digelar setelah audit investigasi selesai.

“Setelah audit investigasi selesai, yang bersangkutan segera disidangkan KKEP di Propam Mabes Polri,” imbuh Sambo.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat kepada wartawan, Jumat (22/10/2021) mengatakan, terkait kasus tersebut sudah dilaporkan ke Propam Mabes Polri dan Propam Mabes Polri juga sudah turun ke Polda Maluku dan sudah melakukan penyelidikan terkait dengan hal tersebut.

Menurut Ohoirat, Propam Mabes Polri telah dua kali datang ke Polda Maluku untuk memeriksa Kombes SH. Kombes SH diperiksa karena diduga memeras AY.

Kasus AY ditangani Ditreskrimum Polda Maluku. Kombes Roem mengatakan pihaknya tidak pilih-pilih dalam penanganan kasus.

“Dua kali datang. Yang jelasnya, semua kasus itu adalah atensi dan tidak ada kasus yang kita pilah atau pilih. Namun, kalau terkait kasus pidana, semua itu ada atensi dan kita ditangani,” ucap dia.

Baca Juga  GPM Menduga Kajati Malut dan Walikota Ternate Bangun Skenario, Retribusi Pasar Grosir Diistimewakan

Ohoirat mengatakan AY dan istrinya, Gabriel, dilaporkan ke Polda Maluku beberapa kali. Empat laporan telah naik ke tingkat penyidikan.

“Perlu juga kamu sampaikan bahwa Ibu Gabriel dan suaminya itulah ada laporan yang masuk juga yang ditangani Dirkrimum Polda Maluku ada 6 laporan, di mana 4 di antaranya laporan tersebut sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan,” jelasnya.

Dia mengatakan AY dan istrinya telah ditetapkan sebagai tersangka. AY disebut-sebut sudah meninggal. Meski demikian, pihak kepolisian akan memastikan kabar tersebut.

“Tentunya itu kita sudah tersangkakan, di antaranya adalah salah satunya atas nama suaminya daripada Ibu Gabriel, termasuk Ibu Gabriel sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan bersangkutan sudah dipanggil dua kali, namun tidak pernah hadir, termasuk juga suaminya,” katanya.

“Informasi suaminya sudah meninggal tapi ini kan kita tidak tahu apakah benar-benar sudah meninggal atau tidak karena belum ada juga temukan adanya bukti-bukti terkait itu,” tambah Roem.

Polda Maluku menyerahkan pemeriksaan Kombes SH kepada Propam Mabes Polri. Di sisi lain, Polda Maluku juga meminta kepada Gabriel untuk memenuhi panggilan yang dilayangkan.

“Oleh karenanya, sekali lagi berharap mari semua kita menghormati hukum, ada indikasi dari salah satu pejabat, biarlah, sudah ditangani Propam. Kepada Ibu Gabriel dan suaminya, kami mohon juga menghormati hukum dan hadir untuk diperiksa,” ujarnya.

Baca Juga  Militer Kudeta Pemerintah Guinea, Presiden Ditangkap

Beredar Kabar Kombes SH dan Gabriela Punya Hubungan Khusus

Di balik kasus menyedot perhatian kalangan media di Maluku belakangan ini, beredar kabar tak sedap bahwa perwira menengah Polri itu memiliki hubungan spesial dengan Gabriela yang telah melaporkannya ke Mabes Polri.

Namun kabar burung tersebut dutepis Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat.

“Saya tidak tahu, saya tidak tahu mereka punya hubungan apa,” kata Roem menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya, Jumat (22/10/2021).

Menurut Roem materi pemeriksaan Sih Harno oleh tim Propam hanya seputar laporan Gabriela ke Mabes Polri.

“Kita tidak ada ini (penyelidikan) lain selain kasus pidana. Jadi ada hubungan lain itu nantilah. Yang jelasnya (pemeriksaan) berdasarkan laporan yang masuk dan fakta-fakta hukum yang kita dapatkan di lapangan,” katanya.

Setelah Sih Harno menjalani pemeriksaan oleh Propam, Roem meminta semua pihak bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan Mabes Polri. “Kasus ini sudah ditangani oleh Propam. Biarlah kita tunggu hasil penyelidikan dari Propam,” kata eks Kapolres Aru ini.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan pemerasan oleh oknum pejabat Polda Maluku terungkap dari pengakuan Gabriela. Dia mengaku suaminya kerap menjadi korban pemerasan oleh Sih Harno. Dia mengaku Sih Harno kerap meminta sejumlah uang juga barang dari suaminya semasa hidup.

Baca Juga  Antisipasi Kemungkinan Buruk, Pemkot Ambon Siapkan TPU Khusus COVID-19

Perkenalan dengan Sih Harno berawal dari laporan mendiang suaminya Adi Yoana terkait kasus proyek pembangunan lampu jalan di Namlea, ibu kota kabupaten Buru ke Ditreskrimum Polda Maluku pada Desember 2019.

Korban melaporkan kasus itu ke Polda Maluku lantaran proyek yang sudah selesai 100 persen. Namun anggarannya belum juga bayarkan kepada suaminya selaku kontraktor pada proyek tersebut. Dari hasil mediasi dengan sejumlah pihak terkait, sepakati uang proyek sebesar Rp700 juta harus di berikan kepada korban. Namun beber Gabriela, suaminya hanya menerima uang sebesar Rp400 juta. Sisanya Rp300 juta tidak di serahkan.

Pengakuan suaminya, Sih Harno mengambil sisa uang proyek sebesar Rp300 juta tersebut. Sih Harno mengaku telah membagikan uang itu kepada anggotanya.

Seiring waktu berjalan, sejumlah proyek yang mendiang suaminya kerjakan ternyata mendapat sorotan sehingga laporkan ke Polda Maluku. Saat itulah kata Gabriela suaminya mulai menjadi korban pemerasan Direskrimum Polda Maluku itu.

Gabriela juga mengaku Sih Harno memerintahkan suaminya membayar biaya hotel dan menanggung biaya tiket pesawat penyidik ke Namlea. Tujuannya melihat langsung proyek lampu jalan yang suaminya kerjakan tersebut.

Gabriela pun meminta agar pihak yang telah memeras suaminya itu segera mengembalikan uang ratusan juta yang telah mereka pakai. 

(red/bs/stc/detikcom)