Dies Natalis, Fekon Unpatti gelar sosialisasi Fintech

oleh -100 views
Link Banner

@porostimur.com | Ambon : Memperingati dies natalisnya yang ke-53 tahun, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Fekon) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menyelenggarakan sosialisasi Fintech, investasi cerdas dan stocklab competition, di lokasi kampusnya, Rabu (29/11).

Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Fekon Unpatti dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kantor BI Provinsi Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispeindag) Provinsi Maluku, Dinas Peternakan Kota Ambon, Dinas Pertanian Provinsi Maluku, perwakilan dekan, dosen dan mahasiswa Fekon dan Bisnis Unpatti.

Financial Technology (Fintech) merupakan jenis industri keuangan yang baru muncul sebagai hasil dari pengembangan teknologi informasi di sektor keuangan.

Link Banner

Dimana, Fintech sendiri bertujuan membantu meningkatkan rasio kredit to GDP Indonesia yang masih rendah untuk  kategori retail dan UMKM, membantu dan meningkatkan inklusi keuangan dan membantu membudayakan masyarakat menggunakan jasa keuangan formal untuk berinterasi maupun mencari  sumber pendanaan.

Baca Juga  Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Ambon. Kamis, 14 Mei 2020

Hal ini dibenarkan Kepala Sub bagian (Kasubag) Administrasi OJK Maluku, Budy Rahman, saat membacakan sambutan tertulis Kepala OJK Maluku, Bambang Hermanto.

”Berdasarkan Penelitian terhadap perilaku masyarakat diketahui bahwa 57 persen masyarakat yang mencari sumber pendanaan  mendapatkan pendanaan dari tiga sektor diantaranya 42 persen mendapatkan dana dari teman dan kolega, 12 persen mendapatkan dana dari lembaga keuangan formal baik itu perbankan, pasar modal maupun Industri Keuangan Non Bank dan 3 persen mendapatkan dana dari informal lender yang sebagian besar merupakan tengkulak,” ujarnya.

Jika Fintech ini diseriusi, jelasnya, maka program dimaksud dapat membantu menciptakan wiraswasta muda dengan mendukung start-up business atau usaha pemula yang terlayani oleh bank.

Baca Juga  Hasby Yusuf: Pemkot Ternate Jangan Lebay & Sok Kuasa

”Perusahaan Fintech yang terdaftar di OJK  berjumlah 26 perusahaan dengan terget pasar yang berbeda-beda,” jelasnya.

Sedangkan Tanifund sendiri, tegasnya, merupakan salah satu perusahaan bertipikal Fintech yang bergerak di sektor pertanian.

Kehadiran Tanifund di Maluku, harapnya, mampu membangun kerangka kerjasama dengan pemerintah daerah khususnya di sektor pertanian, perikanan dan terutama industri pengolahan produk rempah sebagai komoditi unggulan pada daerah berjuluk Bumi Raja-raja ini.

”Tanifund menyediakan banyak manfaat di sektor pertanian, mulai dari pembiayaan, pelatihan dan pengawasan aktifitas pertanian sampai dengan pemasaran hasil pertanian itu sendiri, melalui induk perusahaannya yakni Tanihub,” pungkasnya. (Grace Pello)