Digempur Rudal Iran, Gangguan Jiwa Melonjak 350% di Israel, 30.000 Ribu Lari ke Siprus

oleh -159 views
Warga Israel dikabarkan banyak yang melarikan diri ke Pulau Siprus pasca serangan Iran. (Foto: X)

Porostimur.com, Tel Aviv – Sumber-sumber berbahasa Ibrani melaporkan peningkatan 350% dalam panggilan ke pusat trauma psikologis di Israel menyusul serangan rudal balasan Iran. Kondisi itu mencerminkan tekanan psikologis yang meluas di antara penduduk rezim penjajah Israel.

Harian berbahasa Ibrani Maariv melaporkan, dalam beberapa jam setelah serangan dahsyat Iran terhadap rezim Zionis, jumlah warga Israel yang mencari dukungan psikologis melonjak hingga 350%.

Surat kabar tersebut mengutip data dari Asosiasi Pusat Trauma Israel, yang membantu mereka yang terkena dampak trauma mental terkait perang.

Menurut Efrat Shafrut, Direktur Jenderal pusat tersebut, warga Israel di seluruh wilayah pendudukan membanjiri saluran telepon, menggambarkan gejala-gejala seperti serangan panik, gemetar, menangis, detak jantung meningkat, dan kecemasan ekstrem.

Shafrut menambahkan, “Orang-orang menelepon dan mengatakan mereka kehilangan kendali dan terlalu takut untuk meninggalkan tempat penampungan.”

Baca Juga  Polda Maluku dan 11 RS di Ambon Teken MoU Layanan Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Para analis mengatakan intensitas dan skala operasi Iran telah menciptakan dampak psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pemukim ilegal Israel, terutama karena ini menandai pertama kalinya sejak 1948 warga Israel berada di bawah serangan rudal langsung dan berkelanjutan jauh di dalam wilayah Israel.

No More Posts Available.

No more pages to load.