Digugat Balik, John Tuhuteru Terancam 4 Tahun Penjara

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pemilik CV Gema Rejeki John Tuhuteru alias Titi, distributor sembako di Kota Ambon yang juga salah satu pengusaha ternama di kota Ambon kini tersandung kasus hukum.

Tuhuteru terancam hukuman penjara selama 4 tahun karena dilaporkan oleh Leonora Lisapaly, pemilik CV Gema Rejeki karena diduga telah melakukan pencemaran nama baiknya.

Hal tersebut dijelaskan kuasa hukum Leonora Lisapaly, Joemycho Syaranamual kepada wartawan di Ambon, Selasa (19/1/2021).

“Klien kami secara resmi telah melaporkan pemilik CV Gema Rejeki, John Tuhuteru alias Titi 51 dengan sangkaan pencemaran nama baik sebagaimana diatur pada pasal 317 juncto pasal 318 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun,” ujarnya.

Syaranamual bilang, laporan kliennya itu bernomor TBL/39/I/39/2021/MALUKU/SPKT tertanggal 19 Januari 2021 dan diterima oleh Bripka T. Rahangmrtan.

Baca Juga  Gubernur Dukung Pembentukan Dewan Kebudayaan Maluku Utara

Laporan balik terhadap pemilik CV Gema Rejeki ini lanjut Syaranamual dilakukan lantaran Titi 51 telah mencemarkan nama baik kliennya.

Hal ini diperkuat dengan putusan Pengadilan Negeri Ambon nomor 158/Pid.B/2019/PN.AB. Dan kembali diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung dalam tingkat kasasi dengan nomor 274/K/Pid/2020 tanggal 29 April 2020.

“Dengan demikian maka laporan Titi 51 terhadap klien kami ini yang telah disidangkan sama sekali tidak terbukti bahkan sampai ke tingkat kasasi. Dengan adanya putusan Kasasi yang menyatakan klien kami tidak bersalah, maka klien kami merasa nama baik dan harkat serta martabatnya telah di cemarkan oleh terlapor dalam hal ini Titi 51, ” benernya.

Baca Juga  Pertandingan Inggris Lawan Islandia Kemungkinan Berlangsung di Albania

Syaranamual lantas meminta agar pihak kepolisian dalam hal ini Polda Maluku serius dalam menangani laporan kliennya itu dan ditindak lanjuti hingga tingkat peradilan.

Untuk diketahui, laporan terhadap Titi 51 ini bermula ketika pemilik CV. Gema Rejeki itu melaporkan Leonora Lisapaly dengan tuduhan telah melakukan penggelapan senilai Rp.2 miliar lebih yang dilakukan Leonora Lisapaly bersama almarhum suaminya sejak tanggal 1 November 2016 hingga 17 Januari 2018.

Akibat laporan tersebut, Leonora Lisapaly menjalani persidangan. Namun majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon yang diketuai Samsudin La Hasan memvonis bebas Leonora Lisapaly.

“Putusan Pengadilan Negeri Ambon ini kembali dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung pada tingkat Kasasi,” pungkas Syaranamual. (keket)