Diguncang Gempa, 1196 Rumah di Kota Ambon Alami Kerusakan

oleh -57 views
Link Banner

@Porostimur.com : Sejak diguncang gempa bumi Rabu (26/9) lalu, tercatat 1196 unit rumah di Kota Ambon mengalami kerusakan.

Kerusakan dimaksud terdiri dari 689 rumah rusak ringan, 256 rumah rusak sedang dan 251 rumah rusak berat.

Hal ini ditegaskan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy,SH, saat menghadiri acara Coffee Morning bersama insan pers, di Cafe Pelangi Ambon, Selasa (8/10) sekitar pukul 09:00 Wit.

”Sampai hari ini, posko masih bekerja dengan baik untuk mendata pengungsi yang ada. Kita beri perhatian yang khusus untuk pengungsi. Karena meraka yang layak dibantu. Adapun  jumlah kerusakan rumah seluruhnya berjumlah 1.196, sampai data terakhir hari ini. Dengan rincian rusak ringan 689 rumah, rusak sedang 256 rumah dan rusak berat 251 rumah. Kita merumuskan ini sesuai dengan kriteria dengan tingkat kerusakan. Dan kita akan konsultasi dengan BNPB,” ujarnya.

Menurutnya, bukan hanya perumahan penduduk saja yang akan diperbaiki namun berbagai fasilitas umum seperti gedungs ekolah dan gedung peribadahan juga akan turut diperbaiki sesuai dengan tingkat kerusakannya.

Baca Juga  Polairud Tangkap Selundupan 1,76 Ton Mercury di Pulau Buru

”Kita semua akan berupaya membantu rumah penduduk dan kantor sekolah, gereja, masjid. Itu seluruh telah kita data dan itu akurat, dan desa langsung mendeteksi secara langsung. Untuk sekolah yang kita tanggunggjawab itu SD dan SMP, sedangkan untuk SMA diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Kemudian ada juga rumah sakit telah kita inventarisir. Hal paling utama itu mengembalikan kepercayaan diri dari masyarakat. Sampai sekarang tidak ada teknologi apapun yang memprediksi bencana di muka bumi ini,” tegasnya.

Kesempatan yang sama, Kepala BMKG Stasiun Ambon, Sunardi, menjelaskan bahwa memasuki hari ke-12 pasca diguncang gempa bumi, jumlah gempa yang terjadi sebanyak 1.215 kali dan gempa yang terasakan sebanyak 135 kali.

”Sementara hari ke-11 turunnya sedikit, hanya 56 kali kejadian. Gempa yang dirasakan 12 kali atau kalau diratakan bisa mencapai 10 persen bisa dirasakan. Sedangkan hari ke-12 terjadi 54 kali kejadian. Kondisi gempa susulan dari tadi malam sampai menjelang pagi ini banyak gempa yang dirasakan. Itu dikarenakan ada gempa yang sangat besar yang terjadi di tanggal 26 September kemarin. Dan jika sampai sekarang ada gempa susulan, itu merupakan hal yang  normal. Jadi, jangan dibesar-besarkan, karena gempa susulan itu sendiri merupakan hal biasa,” pungkasnya. (lia)