Dihajar Corona, Matahari Department Store KO

oleh -88 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Emiten ritel PT Matahari Department Store Tbk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik akibat dari pandemi Covid-19.

CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Department Store, Terry O’Connor mengatakan mengingat terjadinya pandemi COVID-19 serta upaya perseroan untuk merestrukturisasi bisnis, pihaknya akhirnya memutuskan untuk mempercepat penutupan gerai yang berkinerja kurang baik.

“Sampai saat ini, kami telah menutup enam gerai format besar pada tahun 2020. Pada saat yang sama, kami membuka satu gerai baru di Palembang pada Mei 2020, dan dua gerai baru di kota Depok dan Tangerang pada Juli 2020,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Senin (3/8/2020).

Baca Juga  KAMMI Buru Bagi Sembako & Seperangkat Alat Sholat untuk Mualaf

Penambahan gerai tersebut menjadikan jumlah gerai format besar perseroan menjadi 154 gerai, sehingga perseroan bermaksud mengakhiri tahun ini dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar yang menguntungkan.

Terry menambahkan, selama penutupan sementara yang disebabkan oleh pandemi, saluran penjualan daring Matahari menjadi fokus operasional perseroan. Hal ini terlihat dari penjualan dari segmen lain-lainnya yang melonjak 215,85 persen secara tahunan menjadi Rp778 miliar.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan per 30 Juni 2020 yang diunggah perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (30/7/2020), Matahari mencatatkan penurunan pendapatan bersih 62,12 persen secara tahunan menjadi Rp2,25 triliun.

Sepanjang paruh pertama tahun 2020, pertumbuhan same store sales growth (SSSG) tergerus hingga 62,9 persen disebabkan penurunan pos yang sama pada kuartal II/2020 yakni 83,7 persen.

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Masjid Jadi Benteng Toleransi dan Kerukunan

Adapun, berdasarkan segmennya, pendapatan dari penjualan produk eceran di wilayah Jawa masih menjadi penopang bisnis perseroan.

Melalui rilis persnya, manajemen menyatakan pandemi Covid-19 telah secara signifikan berdampak pada operasi emiten berkode saham LPPF tersebut pada kuartal kedua tahun ini. (red)