Dijuluki Gubernur Rasa Presiden, Ini Kata Anies

oleh -129 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi pertanyaan wartawan soal adanya sejumlah warganet yang menyebut dia sebagai gubernur rasa presiden.

Hal itu terjadi ketika sesi tanya jawab dalam konferensi pers dua tahun kepemimpinan Anies di Jakarta, Senin (15/10/2019).

Seorang wartawan mulanya bertanya, “Bagaimana tanggapan Bapak soal masyarakat yang menganggap Bapak gubernur rasa presiden?”

Anies menjawab bahwa saat ini dia sedang fokus mengurus Jakarta. Dia menyatakan, istilah gubernur rasa presiden bukan berasal dari pihaknya.

“Istilah-istilah dan lain-lain, itu bukan dari kita. Kita fokusnya pada Jakarta,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Anies menuturkan, fokus pekerjaannya sejak menjabat sebagai gubernur hingga kini tidak berubah. Dia menyatakan bekerja untuk Jakarta.

Baca Juga  Namkatu optimis PBB Bursel mampu menangkan SANTUN

“Saya mengerjakan Jakarta dan terus mengerjakan Jakarta. Fokusnya di situ. Dari dulu juga saya sampaikan fokus di situ,” kata Anies.

Sejumlah warganet di Twitter menyebut Anies sebagai gubernur rasa presiden. Salah satunya pemilik akun @4smara_1701.

“Subhanallah @aniesbaswedan gubernur rasa presiden..sukses selalu pak gubernur ???? https://t.co/iUWfxpTDIl,” tulis pemilik akun @Firdaus65595456.

Pernah disebut “Gubernur Indonesia”

Dulu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sempat menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai “Gubernur Indonesia”.

Sebutan itu disampaikannya ketika berpidato dalam acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

“Yang paling berat itu, ya, Pak Anies. Bukan hanya gubernur DKI, tetapi gubernur Indonesia,” kata Tjahjo dalam sambutan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Baca Juga  Masa Penanganan Covid-19, Komisi II DPRD Maluku Hadirkan Mitra Kerja

Tjahjo menjelaskan Anies memiliki tugas berat lantaran banyak warga yang datang ke Ibu Kota.

Tak hanya dari pulau Jawa saja, tetapi juga daerah lainnya.

“Beliau enggak bisa menghalangi penduduk dari Kaltara, dari Papua, dari mana pun di Indonesia untuk masuk mencari pekerjaan di Jakarta,” ujar Tjahjo. (rtl/red)