Dilaporkan ke Polisi, MRFT: Saya Tunggu Surat Panggilan

oleh -156 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea. MRFT alias Ade, salah satu Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Buru dari Partai Gerinda, dilaporkan ke Polisi atas kasus utang-piutang oleh sahabatnya Ahmad Bazergan.

Mengetahui hal tersebut. MRFT pun langsung menanggapi laporan tersebut dengan mengatakan dirinya siap menunggu panggilan polisi.

“Saya akan bertanggungjawab. Dan bagi saya, ketika saya hadir di Kepolisian, tentunya saya juga punya hak untuk menyampaikan peristiwa yang tidak mungkin seutuhnya benar yang disampaikan oleh sahabat saya. Saya juga punya hak menyampaikan apa yang saya ketahui dari peristiwa yang terjadi antara saya dam sahabat saya pak Mad Bazergan. Prinsipnya saya siap menghadapi itu dan saya menunggu apabila akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian,” tegasnya.

Menurut MRFT, masalah ini sebenarnya tidak harus masuk ke hukum. MRFT justru mengatakan. Jika memang perlu diproses, bukan melalui ranah hukum pidana umum tapi perdata.

“Tidak harus sampai ke situ dan kita bisa membicarakan hal ini secara baik-baik. Tapi saya tetap menghargai langkah yang telah diambil sahabat saya Pak Mad Bazergan, dan saya akan menaati dan mengikuti proses yang akan dilakukan pihak kepolisian andaikata apa yang dilaporkan ini memenuhi unsur pidana. Kalau berbicara hutang piutang ini bukan domainnya pihak kepolisian karena ini perdata. Saya prinsipnya tetap menghargai langkah yang telah diambil sahabat saya dan saya akan hadir bila diundang pihak kepolisian apabila hendak dimintai keterangan, ” jelas ade tenang.

Baca Juga  Hujan Deras Sebabkan Jembatan Ambruk di Negeri Lima

Berdasafkan keterangan dari MRFT atau biasa disebut ade ini menjelaskan. Tidak ada perihal kebenaran tentang adanya utang piutang. Dirinya justru menjelaskan bahwa uang yang menjadi sumber permasalahan antara dirinya dengan sahabatnya Ahmad Bazergan itu adalah uang yang diberikan ahmad sebagai andil membantu dirinya saat pilegis beberapa waktu lalu.

“Yang bersangkutan saya akui punya andil membantu saya, dan itu ikhlas dan tidak ada kesepakatan tertulis antara saya dengan dia, dan mungkin karena budi baik pak Mad Bazergan itu belum terbalas sesuai harapan yang beliau inginkan, jadi ada muncul masalah ini,” ungkap Ade.

Bahkan ditanya mengenai jumlah uang yang ada dalam pelaporan dirinya mengaku belum mengetahui dan akan memastikannya tentang besaran pasti.

Baca Juga  Jurnalis Diancam Dibunuh, Rachland: Inikah Warisan Kepemimpinan Jokowi?

“Nah itu. Saya belum tau, nanti saya cek. Sesuai tidak,” jelas ade.

Sementara itu, sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa kasus dugaan penggelapan uang yang menyert nama MRFT muncul setelah sebelumnya MRFT mendapat panggilan dari penyidik KPK terkait gratifikasi yang terjadi di Kabupaten Buru.

“Pak Ade dipanggil dan beliau hadiri panggilan itu dan sempat dimintai keterangan oleh penyidik KPK selama 9 jam,” jelas sumber tersebut.

Dari sumber inilah muncul dugaan adanya kemungkinan pemutar balikan fakta kasus penggelapan MRFT. Diduga ada pihak yang membuat sabotase seakan Ade lah yang mendatangi gedung KPK untuk melaporkan dugaan gratifikasi. Padahal ia hanya dimintai keterangan sebagai saksi biasa dan bukan sebagai pelapor.

Baca Juga  Klasemen La Liga Spanyol Pekan Ke-15 Setelah Real Madrid Kalahkan Granada 2-0

“Karena itu ada yang sedang mencari kesalahan Pak Ade sampai berusaha menyuruh menjebak beliau dengan kasus tertentu,” jelasnya. (ima)