Dimanakah Wagub Malut Al Yasin Ali di Tengah Pandemi Covid-19?

oleh -1.122 views
Link Banner

Porostimur.com | Sofifi: Publik Maluku Utara bertanya-tanya, dimana Wakil Gubernur M Al Yasin Ali ketika rakyat tengah menghadapi pandemi Covid-19 dalam keterpurukan.

Diketahui wakil gubernur itu tidak pernah kelihatan batang hidungnya, baik dalam rapat-rapat maupun agenda penanganan Covid-19 di lapangan selama dua bulan terakhir.

Salah satu orang dekat wagub yang enggan namanya dipublis mengatakan wagub memang tidak dilibatkan dalam agenda pemprov. Sejauh ini tidak pernah ada ada undangan rapat atau agenda apapun terkait Covid-19 yang masuk dari pemprov,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Malut M Al Yasin Ali, kepada porostimur.com mengaku, dirinya tidak dilibatkan dalam agenda pemprov apapun itu, Dan terkait penanganan Covid-19 saat ini dirinya mempersilahkan para wartawatan untuk mewawancarai gubernur sebab dirinya tidak dilibatkan dalam penanganan Covid-19.

“Saya upaya untuk terlibat namun tidak dilibatkan,” terang orang nomor dua Pemprov Malut ini.

Baca Juga  Dalam Soal Pipa Line PT. IWIP, DPRD Halteng Dukung Sikap Warga

Ali Yasin mengatakan, meski demikian iya mendapat kabar soal jumlah dana penanganan covid-19 yang dianggarkan melalui APBD sebesar 148 Miliar, namun proses penggunaan dan kenyataan di lapangan maupun realisasinya seperti apa tidak ia ketahui.

Al Yasin menilai, kebijakan Pemprov yang saat ini memakai Sahid Bella Hotel dan lainnya untuk lokasi karantina sebagai kebijakan yang mubajir.

“Dengan anggaran sebesar itu kalau kita aktifkan rumah sakit yang ada di Sofifi lebih bagus, supaya penanganan pasien Covid-19 dari kabupaten-kabupaten lebih mudah jika masuk ke Sofifi. Dan kalau memang yang bersangkutan positif baru dirujuk ke Ternate. Itu saran saya namun sekarang inikan Saya tidak dilibatkan jadi Saya tidak bisa bikin apa-apa. Itu ulah gubernur pe staf-staf,”ucap Ali Yasin.

Baca Juga  Waspada! Cuaca Ekstrem Bakal Terjadi di Libur Natal dan Tahun Baru

Ditanya kenapa tidak dilibatkan, wagub mengatakan gubernur dan stafnya memang acap kali tidak melibatkan dia dalam agenda-agenda pemerintahan.

“Mereka memang seperti itu, rapat-rapat koordinasi kan tidak pernah ada undangan ke Saya. Saya tidak tahu mereka rapat kapan, hari apa, dimana dan sebagainya,” keluhnya.

Sementara Karo Protokol, Kerjasama dan Komunikasi publik, Muliadi Tutupuho ketika dikonfirmasi soal ketidak terlibatan wagub dalam agenda pemprov hanya berkata singkat.

“Coba adik lihat SK Gugus dan selama ini pak gubernur dan wagub tetap memonitor perkembangan Covid-19”, tukasnya.

Berdasarkan amatan wartawan media ini, sejak awal perjalanan penanganan Covid-19 hingga kini oleh pemprov Malut, tidak sedikit pun muncul raut wakil gubernur.

Baca Juga  Roberto Carlos Puji Tiga Pemain Muda Madrid asal Brasil

Bahkan pada lembaran informasi perkembangan harian kasus Covid-19 di Maluku Utara pun hanya memajang foto gunernur, bukan foto pasangan gubernur dan wakil gubernur.

Disharmoni kedua pimpinan Maluku Utara ini memang memuncak dan pecah menjadi konflik terbuka, ketika wagub membuat kericuhan pada acara pelantikan pejabat Eselon ll beberapa waktu lalu.

M Al Yasin Ali yang merasa dinafikan perannya memaki gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba yang tengah menyampaikan pidato pelantikan.

Sejak itu, konon hubungan yang sudah lama tak berjalan baik di antara keduanya menjadi kian hambar. (red/iah)