Dinas Pariwisata Kabupaten Buru buka Bimtek tata kelola destinasi pariwisata

oleh -154 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Dinas Pariwisata Kabupaten Buru menggelar kegiatan Bimtek tentang Pengelolaan destimasi kepariwisataan, Selasa (24/09/2019), bertempat di hotel Grand Sarah Namlea.

Drs. Istanto Setyahady selaku Kepala Dinas Pariwisata dalam kegiatan tersebut menyampaikan, hal ini merupakan sesuatu yang sangat pundamen, karena setiap sektor yang ada di tata kelola para wisata baik alamnya, Budanya, maupun buatan ini bisa memberi sebuah kontribusi besar pada khususnya bagi perkembangan pariwisata Kabupaten .

Dirinya berharap dengan di adakanya kegiatan ini salah satunya dengan kapasitas pengembangan (Capacity Building), mereka juga bisa langsung melihat bagaimana tentang sistem managemen tentang pariwisata.

“Dalam pengembangan, kita coba mencari sendi-sendi karya yang relevan, dan kita cari narasumber yang memiliki kemampuan tentang destinasi wisata untuk kita undang dalam kegiatan kita,” ujarnya.

Penguatan dari seluruh pengelola destinasi itu bisa menjadi satu komunitas saling mengisi, sehingga pada saatnya kita mendapatkan satu paket pariwisata bisa menjadi harmonisasi.

Baca Juga  Diskominfo Halbar: Jangan Benturkan Informasi Covid-19 dengan Kepentingan Lain

Dalam sebuah destinasi wisata, ada korelasi wisata alamnya, budaya, seni, kuliner, supenir dan juga edukasinya. Itu semua di miliki oleh mereka masing-masing, kalau ini bisa menjadi satu kesatuan, ini akan menjadi sebuah paket yang kompleksitas bahwa Kabupaten Buru itu punya paket wisata yang sangat konperensif dari berbagai prespektif,” pungkas istanto

Sementara itu melalui sambutan tertulis bupati, yang di wakili oleh asisten 1. Ir. H. Masri bugis menjelaskan, bahwa dalam rangka peningkatan kunjungan Wisatawan di Kabupaten perlu dilakukannya Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata agar setiap pelaku/pengelolah Destinasi Pariwisata dapat mengelolah destinasi pariwisata yang terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik.

Masri dalam pembacaan sambutan bupatijuga menyampaikan, bahwa dalam konteks peningkatan ekosistem kepariwisataan, Tata Kelola Destinasi dapat mendorong peran sektor kepariwisataan untuk menjadi driver/co-driver dengan menggerakkan Academision, Business, Community, Government, Media (ABCGM) dalam skema Penta Helix, dengan membangun lingkungan dan mata rantai yang saling melengkapi untuk mewujudkan kualitas aktivitas, kapasitas dan pelayanan kepariwisataan yang memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga  Kepala BKPM Sebut Penggunaan TKA di PT. IWIP Sesuai Aturan


“Olehnya itu peran serta saudara-saudara dalam perkembangan dan pembangunan pariwisata di Kabupaten Buru sangatlah dibutuhkan guna mewujudkan 7 (tujuh) Unsur Sapta Pesona yaitu: Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan dan Kenangan,” imbuh Masri.


Sebelum mengakhiri sambutan, Masri mengajak kepada kita semua, terutama Para peserta agar dapat memanfaatkan Pelatihan ini sebagai wadah untuk pembelajaran sekaligus transfer ilmu pengetahuan tentang kepariwisataan.”

Sementara itu , Kadis Pariwisata Kabupaten Buru, Istanto Setyahadi kepada awak media dalam sela-sela kegiatan menjelaskan, dirinya mengakui adanya sektor pariwisata sebanyak 90 % di miliki oleh pribadi atau perorangan maupun desa.

Karena itu, dirinya perlu memberikan pemahaman lebih bagi para pengelola untuk lebih bisa mengembangkan destinasi wisata yang mereka miliki sesuai standar tata kelola yang baik.

Baca Juga  Dir Binmas Polda Maluku himbau masyarakat tetap tenang

Untuk itu kegiatan pelatihan ini didasarkan kepada peserta yang ada di destinasi pariwisata yang ada di desa, baik perorangan maupun bumdes.


Istanto juga menambahkan, destinasi wisata bukan hanya hanya akan memberikan sumbangsih pemasukan bagi para pemilik tempat wisata. Tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut. sehingga akan berimbas pula pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak hanya menyiapkan para pemilik destinasi. Tapi juga para pedagang. Dan berbagai pihak agar lebih siap menjadi pket destinasi yang baik. Karena ini nantinya tidak akan berdampak positif bagi sekelompok orang,” pungkasnya. (keket)