Dinasti Sultan versus Dinasti Jokowi

oleh -54 views

Oleh: Dr. Syahganda Nainggolan, Sabang Merauke Circle

Sultan Hamengkubuwono Ngayogyakarta membantah berita-berita yang mengatakan Sekjend PSI (Partai Solidaritas Indonesia) telah meminta maaf padanya beberapa hari lalu dalam pertemuan mereka terkait “hinaan” Ade Armando atas politik Dinasti Sultan.

Sebab, Sultan ketika bertemu Raja Juli Antoni bukanlah sebagai seorang “Raja” atau seorang pimpinan parpol PSI, melainkan sebagai wakil Menteri ATR, yang bermaksud menyerahkan sertifikat tanah-tanah Kesultanan Yogyakarta.

Pernyataan Ade Armando soal dinasti politik di Yogyakarta dalam mengejek balasan terhadap BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UI, UGM, dll. yang mempersoalkan isu dinasti politik Jokowi, sekarang menjadi polemik besar. Sebab, pernyataan Ade ini mengganggu stabilitas nasional. Kenapa?

Baca Juga  Partai Demokrat Kembali Usung James Uang-Djufri Muhamad di Pilkada Halmahera Barat

Karena sejarah kebangsaan kita telah menempatkan Yogyakarta sebagai kekhususan khas dalam bingkai NKRI. Yogyakarta dianggap sebagai satu-satunya kerajaan yang melawan penjajahan Belanda baik untuk era perjuangan kemerdekaan, maupun sebelumnya, diera Kerajaan Mataram tahun 1700an. Bahkan, ketika terjadi agresi Belanda dan Sekutu di awal kemerdekaan Indonesia, 1946-1948, Yogyakarta satu-satunya tempat perlindungan pemerintahan RI yang terpaksa kabur dari Batavia.

No More Posts Available.

No more pages to load.