Dinilai Kadaluwarsa, KPU Kepulauan Sula Masih Kaji Rekomendasi Bawaslu

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Sula menilai rekomendasi Pemungutan Suara Using (PSU) yang diakujan oleh Bawaslu Kepulauan Sula telah melewati batas waktu alias kadaluwarsa.

Menurut Ketua KPU Kepsul Yuni Yunegsi Ayuba, waktu pelaksanaan PSU dengan rekomendasi Bawaslu sudah melampaui waktu yang ditentukan dalam PKPU.

Oleh sebab itu, pihaknya masih melakukan kajian terhadap rekomendasi Bawaslu terkait pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada enam TPS di Kecamatan Mangoli Tengah.

“Dalam PKPU nomor 8 itu kita menerima rekomendasi dua hari setelah pencoblosan. Sementara kita menerima di hari kelima,” ungkapnya, Senin (15/12/2020) di Sanana.

Yuni menjelaskan, KPU telah menerima rekomendasi PSU pada enam TPS dari Bawaslu. Dan telah dilakukan konsultasi ke KPU Provinsi Maluku Utara serta ditindaklajut ke KPU RI.

Baca Juga  Letjen Jeffry Apoly Rahawarin Pimpin Upacara HUT Kedua Kogabwilhan III

“Rekomendasi itu sementara dalam proses pengkajian kami. Selaon koordinasi ke Provinsi kami juga telah ditindaklanjuti ke KPU RI agar bisa diperoleh sandaran dan pertimbangan hukumnya” katanya, Selasa (15/12/2020).

Menurut Yuni, dalam Peraturan KPU syarat dan ketentuan untuk PSU sudah terpenuhi, sebagaimana hasil penelitian dan pengkajian Bawaslu yang tertuang dalam rekomendasi dimaksud.

Dengan begitu kata Yuni, hingga sampai saat ini KPU Kepulauan Sula masih mencari ketentuan atau pertimbangan hukum untuk rekomendasi PSU yang dikeluarkan oleh Bawaslu.

“Kita butuh sandaran hukum dan pertimbangannya seperti apa. Jadi surat resminya kita sudah layangkan ke KPU Provinsi dan sudah ditindaklanjuti ke KPU RI,” aku Yuni. (red/msc)