Dinilai Menghina, Warga Maluku Laporkan Pembuat Konten Ke Polda DIY

oleh -963 views
Link Banner

Porostimur.com | Yogyakarta: Culinary story teller Ade Putri Paramadita dilaporkan warga Maluku Yogja ke Polda DI Yogjakarta, Rabu (7/7/2021). Ade dilaporkan atas ucapannya dalam podcast Naik Clas yang dibawakan Soleh Solihun.

Ucapan Ade dalam podcast yang ditayangkan Authenticity pada Sabtu (3/7) dinilai telah menyinggung hati warga Maluku, terutama warga Tanimbar di Kepulauan Kei. Pasalnya, dalam video tersebut Ade yang juga seorang YouTuber mengatakan ikan kuah kuning yang merupakan salah satu kuliner khas daerah tersebut rasanya tidak enak.

NAJ Weliken, Ketua Maluku Satu Rasa (M1R) Jogja menyatakan, laporan ke polisi dilakukan M1R Jogja bersama Ikapelamaku, Pattimura Muda, dan Amkei, Rabu (7/7/2021).

“Pelaporan ini dilakukan karena Ade dinilai telah menghina produk kuliner ikan kuah kuning yang merupakan makanan khas masyarakat Maluku secara umum dan secara khusus masyarakat Tanimbar Kei, Maluku Tenggara,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima porostimur. com.

Weliken mengungkapkan, dalam podcast tersebut Ade mengatakan “Gue pernah ke suatu daerah di Maluku Tenggara, namanya Tanimbar, di mana nyaris tidak ada orang yang datang ke sana karena itu jauh banget dan terpencil. Peduduknya cuma 500 orang, makanannya nggak enak.”

Baca Juga  Polisi Baik ini Bagi Beras untuk Mahasiwa Maluku-Malut di Kota Manado

Selanjutnya Ade mengatakan “Nah pas geu liat ibu masak apa? Jawabnya masak ikan kuah kuning. Hari ini sama besok masaknya juga ikan kuah kuning. Bumbunya bisa beda, rasanya bisa beda, tapi dua-duanya nggak enak,” ucapnya.

Weliken bilang, Ade harus mempertanggung jawabkan ucapannya secara hukum sesuai Pasal 45A ayat (2) dan Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Surat pengaduan terhadap Ade di Polda Jogja bernomor Reg/0206/VII/2021/DIY/SPKT.

“Perlu kami ingatkan kepada Ade Putri ucapan permintaan maaf Anda di medsos tidak cukup. Anda harus pergi ke Tanimbar dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat Tanimbar, namun di sisi lain kasus hukum ini terus berjalan,” tandasnya.

Baca Juga  Dokumen Rahasia Jerman Ungkap Kejahatan HAM di Xinjiang

Ade sendiri diketahui telah membuat video permintaan maaf yang ditayangkan lewat kanal YouTube Asqaf Official pada Selasa (6/7). Ia juga mendapat hujatan warganet yang merasa kecewa dengan ucapannya dalam podcast tersebut. (red)