Gadis Dibawah Umur Diperkosa 4 Remaja di Kota Ambon

oleh -72 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Gara-gara mengonsumsi minuman keras (miras) jenis sopi, 4 orang remaja akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Terlebih, saat keempatnya sudah berada di bawah pengaruh miras jenis sopi ini, keempatnya melakukan persetubuhan kepada anak di bawah umur di salah satu kelurahan di Kecamatan Sirimau, WY (14), Minggu (1/9) kemarin, sekitar pukul 04.00 Wit.

Hal ini dibenarkan Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Senin (2/9).

Menurutnya, keempatnya dilaporkan oleh orang tua WY, karena tak terima perlakuan keempatnya atas anaknya.

Link Banner

Keempatnya dilaporkan dengan Laporan Polisi bernomor : LP/684/IX/2019/Maluku/Res Ambon, tanggal tertanggal 1 September 2019.

Baca Juga  Halsel Terbaik di Bidang Pencegahan Korupsi se-Maluku Utara

Adapun identitas keempat remaja ini yakni HN (18), MJK (18), AL dan FI.

Dijelaskannya, khusus HN dan MJK sudah berhasil diringkus pihaknya, sementara AL dan FI masih dalam pengejaran tim Buser Sat.Reskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease.

Sebelum melakukan aksinya, akunya, keempat remaja ini sempat menenggak miras jenis sopi.

Dan usai menenggak miras dimaksud keempatnya kemudian menggiring WY kearah sebuah talud di tepi pantai.

Dimana, tersangka AL yang lebih dahulu menyetubuhi WY, dilanjutkan FI, MJK dan HN.

Untuk memproses kasus ini, jelasnya, penyidik Sat.Reskrim Polres P. Ambon dan Pp. Lease telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi.

Selain itu, tegasnya, pihaknya juga sudah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka MJK dan HN.

Baca Juga  Tiga Sikap KPK Soal Penanganan Kasus Djoko Candra dan Jaksa Pinangki

Atas tindakannya, tambahnya, keempatnya dikenakan Pasal 81 UU No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU, yaitu tentang persetubuhan terhadap anak di bawah umur.