Direktur PT. SDN Sebut Pengalihan Pangkalan Minyak Tanah Hal Aneh

oleh -509 views
Link Banner

Porostimur.com | Halsel: Beredarnya surat pengalihan pangkalan minyak tanah sebanyak 169 pangkalan yang sejak lama berkontrak dengan Agen Minyak Tanah (AMT) PT. Babang Raya yang dialihkan ke AMT PT. Sinergi Dharma Negri (SDN) menuai polemik

Hal ini bermula sejak Surat pengalihan pangkalan tertanggal 02 mei 2020 no. 001/BR/LBH/V-2020. Perihal pengalihan pangkalan minyak tanah ke AMT PT. SDN yang di tanda tangani oleh pengelola AMT PT. Babang Raya. Ade H Soleman. Dimana isi surat menyatakan seluruh pangakalan minyak tanah yang nama-namanya terlampir agar segera berkordinasi dengan PT. SDN

Merespon hal tersebut, Direktur PT. SDN, Nasri Abubakar. Kepada media ini menyayangkan sikap PT. Babang Raya dimana menurut Nasri ini adalah hal aneh karena tidak ada aturan yang namanya pengalihan pangkalan

“Ini kan aneh, mereka (Babang Raya) itu tidak pada posisi tawar menawar, mereka itu pada posisi disanksi akibat dari beberapa temuan pelanggaran yang mereka lakukan yang salah satunya adalah menjual BBM Minyak Tanah di atas HET. Makanya saya hadir disini untuk perbaiki yang sudah amburadul begini lama” ujar Nasri. saat di sambangi media ini di kediaman nya Pada Kamis, 07 mei 2020

Link Banner

Hadirnya PT. Sinergi Dharma Negeri, di kota Bacan, kata Nasri. tidak lain adalah untuk membenahi pola distribusi minyak tanah yang selama ini diduga banyak terdapat praktek menyimpang

Baca Juga  Waspada: Aktivitas Kegempaan Lempeng Laut Maluku Cukup Intensif

Menurut Nasri yang juga ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (HISWANA MIGAS) provinsi Maluku Utara ini, seharusnya PT. Babang Raya sejak jauh hari sudah harus berbenah diri kemudian segera lakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) dengan pangkalan-pangkalan nakal yang berkontrak dengan mereka,

Menurutnya lagi, Ia baru mendapati di republik ini ada satu daerah yang masyarakatnya sejak belasan tahun tidak pernah menikmati BBM Bersubsidi khususnya BBM Minyak Tanah yang di berikan oleh Pemerintah yaitu di Daerah Kabupaten Halmahera Selatan (HALSEL), dimana Pangkalan minyak tanah selama ini menjual jenis BBM bersubsidi tersebut tidak berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yg telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Baca Juga  Kepala KSOP Manokwari tertangkap OTT pungli

Untuk itu kehadiran pihaknya itu sebagai Agen Minyak Tanah yg ditunjuk oleh PT. Pertamina MOR VIII selain untuk memperbaiki pola distribusi yang selama ini keliru dan tidak tepat sasaran, ia juga ingin memastikan kepada seluruh masyarakat Halsel bahwa sudah saatnya mereka harus menikmati apa yang menjadi hak mereka yg telah di berikan oleh pemerintah dalam bentuk Subsidi, dalam hal ini khususnya subsidi BBM Minyak Tanah.

Katanya lagi, Sebagaimana mengacu pada kontrak antara pangkalan dengan Agen, sebagaimana salah satu point yang di maksud, bahwa pangkalan di larang keras menjual BBM minyak tanah di atas harga eceran tertinggi yang telah di tetapkan oleh pemerintah daerah sebesar Rp.3.500 per liter.

Adapun sanksi atas point tersebut diatas adalah Agen secara langsung melakukan pemutusan hubungan usaha dengan pangkalan tersebut

Baca Juga  MHB akan Lancarkan 6 Strategi ini Untuk Membangun Ternate Smart City

“Nah, kalau baca dari sisi kontrak seharusnya pangkalan dari Babang Raya sudah habis semua kena PHU. bukan malah kasih ke kita, kan lucu”, ungkap Nasri

Sebagaimana diketahui sejak Tahun 2005 berlaku SK Gubernur untuk harga BBM jenis minyak tanah kemudian baru masuk di Halsel tiga tahun setelahnya yakni di tahun 2008 barulah terbit SK bupati untuk Het yang menetapkan harga minyak tanah di lingkup wilayah halsel sebesar Rp.3.500 dan harga ini berlaku hingga sekarang

Dirinya menegaskan tidak akan merespon usulan pengalihan pangkalan oleh PT. Babang Raya karena menurut nya hal ini bukan tanggung jawab pihaknya

Diketahui PT. SDN merupakan Agen minyak tanah yang baru saja beroperasi di Bacan sejak 10 April 2020 dan merupakan AMT kedua setelah PT. Babang Raya yang merupakan AMT tunggal di kota Bacan selama ini. (adhy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *