Direktur WHO Eropa Sebut Pandemi Corona akan Berakhir Awal 2022

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com | Kopenhagen: Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk regional Eropa, Hans Kluge, mengatakan, pihaknya meyakini bahwa pandemi virus corona akan berakhir pada awal 2022.

Melansir Anadolu Agency, Senin (22/2/2021) pernyataan tersebut disampaikan oleh Hans Kluge, dalam sebuah siaran radio di Denmark, Minggu (21/2/2021).

Menurut Kluge, sepanjang tahun 2021, penyebaran virus corona penyebab Covid-19 masih akan terjadi, namun akan lebih mudah dikendalikan dibandingkan pada tahun 2020.

Situasi pandemi

Dia menambahkan, skenario terburuk dari pandemi Covid-19 menurutnya telah berakhir.

Kluge mengatakan, saat ini telah tersedia lebih banyak informasi mengenai virus tersebut, dibandingkan pada saat virus itu pertama kali terdeteksi dan menyebar.

Meski demikian, dia memperingatkan bahwa saat ini tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui atau memastikan situasi sebenarnya dari pandemi Covid-19 di masa depan.

Baca Juga  Polres Buru Lakukan Penyemprotan Disinfektan

“Akan terus ada virus, tapi menurut saya pembatasan tidak diperlukan. Ini pesan yang optimis,” ujar Kluge.

Mutasi virus corona

Kluge juga mengatakan, mutasi yang terjadi pada virus corona SARS-CoV-2 adalah hal yang normal, karena virus akan selalu mencoba beradaptasi dengan orang yang terinfeksi.

Namun, dia mengakui bahwa penyebaran mutasi yang terjadi begitu cepat mendapat perhatian khusus dari WHO.

Dia menambahkan, WHO sedang memantau dengan seksama keefektifan vaksin yang dikembangkan untuk melawan Covid-19.

Karena mutasi virus yang terjadi dan menyebar dengan cepat, Kluge mengatakan vaksin dapat dimodifikasi berdasarkan mutasi baru jika perlu, dan tidak perlu diproduksi ulang dari awal.

Sistem perawatan kesehatan

Menurut Kluge, mutasi tidak akan membuat virus corona menjadi lepas kendali.

Baca Juga  Wali Kota Ambon Tetapkan 14 Hari Status Tanggap Darurat Pascagempa M 6,5

Namun, dia menggarisbawahi bahwa negara-negara yang sistem perawatan kesehatannya sudah di bawah tekanan besar dapat berada di bawah tekanan yang lebih besar lagi, sehingga perlu untuk menanggapi mutasi dengan sangat serius.

Kluge mengatakan, masalah terbesar akan muncul ketika mereka yang telah divaksinasi berada di lingkungan yang sama dengan mereka yang belum menerima vaksin.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa penjadwalan program vaksinasi dengan teliti menjadi faktor yang sangat penting.

Jumlah kasus infeksi

Berdasarkan data yang dihimpun Worldometers hingga Selasa (23/2/2021) sore, total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia kini mencapai 112.279.377 kasus.

Sementara itu, 2.485.760 orang dinyatakan meninggal akibat Covid-19, sedangkan 87.814.571 berhasil pulih.

Baca Juga  Bayi Lahir Dengan Menggenggam Alat Kontrasepsi Ibunya Dari Dalam Rahim

Program vaksinasi Covid-19 juga sudah mulai bergulir. Akan tetapi ada perbedaan tingkat cakupan vaksinasi antar negara.

Berdasarkan data yang dihimpun Our World in Data hingga Minggu (21/2/2021) Israel menjadi negara teratas dalam hal cakupan vaksinasi, dengan 34,5 persen populasi di negara itu tercatat sudah menerima dua kali dosis vaksin.

(red/kompas.com)