Dirujuk untuk Operasi, Tenyata Divonis Covid-19

oleh -35 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Selalu saja terjadi masalah terhadap mereka yang divonis Covid-19 oleh pihak kesehatan baik dari Dinas Kesehatan maupun rumah sakit yang dirujuk untuk menangani Covid-19 ini.

Ketidak jelasan penanganan Covid-19 ini dipertanyakan oleh Ahmad Yani Urat (30) setelah pihak Rumah Sakit Dr Haulussy memvonis istrinya Halima Romeon terpapar corona alias positif Covid-19.

Kepada wartawan di Lapangan Merdeka Ambon, Ahmad Yani Urat menjelaskan, istri istrinya Halima Romeon (24) yang sementara mengandung 8 bulan dirujuk dari RSUD Bula ke RSUD Dr Haulussy Ambon untuk dioperasi karena istrinya sempat jatuh terpeleset, sehingga dikhawatirkan terjadi masalah dalam kandungan istrinya.

Urat menceritakan, ketika tiba di RSUD Dr Haulussy Ambon, Halima Romeon diperiksa sesusi dengan rujukan dari RS Bula, ternyata hasil pemeriksan dari dokter di RSUD Dr Haulussy Ambon mengatakan yang bersangkutan dinyatakan normal baik kandungan maupun bayi yang dikandungnya. Semuanya sehat dan tidak ada masalah.

Karena kandungan dan bayi yang ada dalam kandungan sehat dan tidak bermasalah, maka pihak RSUD Haulussy mulai mengalihkan pasien ini untuk menjalani rapid test.

Baca Juga  Danlanud Pattimura Sambut Panglima TNI dan Kapolri di Ambon

Menurut Urat, hasil rapid test sang istri divonis positif covid-19.

Urat mengaku sangat kecewa dengan langkah yang dilakukan oleh pihak RSUD Ambon, karena menurutnya mereka datang dari Bula hanya berlima yakni, suami istri, dua orang perawat dan sopir ambulance. Apalagi Bula itu daerah zona hijau dari Covid-19 dan sepanjang perjalanan tidak pernah berkomunikasi dengan pihak lain, tetapi kenapa istrinya dinyatakan positif corona.

Yang aneh lagi menurut Urat adalah dari hasil rapid test bisa divonis positif corona, padahal untuk memvonis seseorang positif atau negatif corona itu harus melalui swab test dan hasil swab test itu paling cepat 3-7 hari barulah hasilnya keluar, yang terjadi saat di RSUD sangat aneh bin ajaib.

Baca Juga  Pentinggnya SDM, MIS Batutaga Gelar Rapat Bersama Masyarakat dan Pemdes

“Lebih parah lagi saya ditawari dua hal yakni kalau istri tidak diisolasi maka harus keluar, sementara istri harus di rawat akibat terpeleset dan jatuh itu, karena masih mengeluh sakit”, ujarnya.

Karena peduli terhadap istrinya maka Urat menawarkan kepada pihak RS untuk menjalani swab test dan jika hasilnya positif maka dia bisa menemani istrinya di ruangan isolasi itu, tapi dari RS tidak mengindahkan apa yang diminta oleh Urat.

Karena itu Urat meminta kepada pihak kesehatan berkata jujur sedikit saja dalam merawat dan melayani pasien siapun dia karena ini menyangkut jiwa manusia, harapnya. (olof)