Diseminasi PMP4GN, upaya tekan penyalahgunaan narkoba di Maluku

oleh -92 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Diseminasi informasi tentang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peradaran gelap narkoba (PMP4GN), merupakan sebuah upaya Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku untuk menurunkan tingkat penyalahgunaan narkotika di daerah berjuluk Bumi Raja-raja ini.

Apalagi, dalam kurun tahun 2015 lalu Maluku menempati peringkat ke-7 sebagai daerah dengan penyalahgunaan narkotika tertinggi di Indonesia.

Hal ini ditegaskan Kepala BNNP Maluku, Brigjen (Pol) Drs. Rusno Prihardito, di sela-sela pemaparan materi sosialisasi PMP4GN, di Desa Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (27/4).

”Sejak resmi mendirikan Kantor BNN tahun 2016 di Maluku, BNNP Maluku diperhadapkan dengan persoalan bagaimana cara mengatasi dan menurunkan posisi Maluku yang berada di peringkat ketujuh sebagai Provinsi di Indonesia yang masuk dalam daerah rawan narkoba. Berbagai cara terus dilakukan oleh BNNP Maluku baik itu mengungkap dan menangkap para pengedar maupun pengguna penyalahgunaan narkoba, tetapi juga melalui pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat di Maluku untuk bersama-sama BNNP Maluku memerangi peredaran penyalah gunaan narkoba di Maluku,” ujarnya.

Link Banner

Dijelaskan, pihaknya berhasil mengungkap 11 kasus penyalahgunaan narkoba dengan melakukan penangkapan, assessment serta rehabilitasi kepada 16 orang para pengedaran maupun pengguna narkoba.

Baca Juga  Persipura Jayapura, Raksasa yang Terbangun dan Lupa Caranya Kalah

”Kemarin di tahun 2015, Maluku menepati peringkat ketujuh daerah rawan narkoba. Sehingga untuk menurunkan image buruk terhadap Provinsi Maluku dari bahaya narkoba, melalui kerja keras dari BNNP Maluku berhasil mengungkapkan 11 kasus penyalahgunaan narkoba dengan berhasil melakukan penangkapan, assessment serta rehabilitasi kepada 16 orang para pengedaran maupun pengguna narkoba di Maluku, sehingga  yang tadinya Maluku di tahun 2015 menempati peringkat ke tujuh daerah rawan narkoba dapat berganti posisi ke peringkat 27  di tahun 2017 kemarin,” jelasnya.

Selain melakukan penangkapan terhadap 16 orang saksi, terangnya, BNNP Maluku juga mengusut penanganan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil penyalahgunaan narkotika di Maluku yang dilakukan oleh salah seorang bandar narkotika bernama Gerald Tomatala.

”Saat ini, tim BNNP Maluku sedang mengusut penanganan kasus TPPU yang dilakukan oleh Gerald Tomatala, yang ada kaitannya dengan kampung Ambon yang ada di Jakarta, yang mengirim narkotika untuk dijual oleh Gerald Tomatala di Maluku. Gerald Tomatala sendiri tertangkap oleh BNNP Maluku tahun 2017 kemarin di Desa Kamariang, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) karena terbukti melakukan menjual dan mengedarkan narkotika di Maluku,” pungkasnya. (keket)