Diserang TPNPB, Satu Anggota TNI Tewas

oleh -76 views
Link Banner

@porostimur.com | Nduga: Kontak senjata antara anggota TNI AD dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang terjadi di Kampung Yuguru, Kabupaten Nduga, Sabtu (20/7) menyebabkan Prada Usman, anggota Yonif 755/Yalet mengalami luka tembak.

Prada Usman tertembak di bagian pinggang sebelah kanan.

Informasi yang diperoleh porostimur.com menyebutkan, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyerang pasukan TNI yang tengah bertugas mengamankan pembangunan Jembatan Yuguru-Kenyam, yang merupakan proyek pembangunan Jalan Trans Papua.

Pembngunan tersebut terletak di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M Aidi mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIT, saat anggota TNI sedang melaksanakan istirahat, shalat dan makan siang.

Baca Juga  Ronald Koeman Panggil Banyak Pemain Muda Ke Timnas Belanda

Para personel TNI secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter.

Menurut Aidi, serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara cepat. Pelaku diperkirakan berjumlah 4-5 orang.

“Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun, dengan pertimbangan keamanan, karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan,” ujar Aidi, Sabtu malam.

Setelah peritiwa itu, lanjut Aidi, pasukan TNI melaksanakan konsolidasi dan pengamanan setempat.

Setelah dilaksanakan pengecekan personel, ternyata satu orang prajurit atas nama Prada Usman Hambelo mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan.

Baca Juga  Walikota Minta Warga Kota Ambon Tidak Terprovokasi dengan Aksi Demonstrasi di Jakarta

Menurut Kapendam, kejadian tersebut segera dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan heli dalam rangka evakuasi.

Karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan pesawat heli. Namun, karena cuaca hujan di Wilayah Nduga, proses evakuasi tidak dapat dilaksanan hingga malam hari.

Aidi melanjutkqn, berdasarkan laporan yang diterima bahwa pada pukul 14.10 WIT korban, Prada Usaman Hambela akhirnya mengembuskan napas terakhir, gugur sebagai pahlawan pembangunan karena luka tembak di bagian pinggang.

“Dia adalah pasukan TNI yang gugur sebagai pahlawn pembangunan,” pungkas Aidi. (red)