Disinyalir Ada Kutu Loncat, Musdalub DPD Hanura Maluku Deadlock 

oleh -265 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Deadlock atau jalan buntu akhirnya dialami Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Maluku, saat menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), di Ambon, Minggu (7/11/2021).

Pasalnya, dari 5 nama bakal calon (balon) yang diajukan masing-masing DPC Hanura, ternyata hanya 2 nama balon saja yang diloloskan oleh tim penjaringan.

Belum lagi, hujan interupsi yang dilayangkan oleh para peserta Musdalub asal 9 DPC lainnya, akibat pelaksanaan penjaringan balon ketua yang dinilai improsedural.

Terlebih usulan nama kedua balon yang diakomodir DPP Hanura justru tidak sesuai dengan pedoman juklak/juknis penjaringan sebagaimana ditetapka  dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga.

Sulaiman Opier, Ketua DPC Kabupaten Malteng, yang mengajukan interupsi tatkala pembacaan surat rekomendasi dari DPP Hanura tentang balon yang diakomodir.

“Interupsi pimpinan sidang, interupsi. Kami sudah tahu, kami sudah tahu surat rekomendasi itu,” teriaknya.

Interupsi Opier ini pun mendapat dukungan penuh DPC Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), DPC Kabupten Kepulaun Tanimbar dan DPC lainnya.

Baca Juga  Selasa Besok KPU Kepulauan Sula Tanggapi Gugatan PHP Kada 2020

Hujan interupsi peserta Musdalu  ini ternyata tidak menyurutkan niat pimpinan sidang meneruskan jalannya persidngan dengan menugaskan salah satu fungsionaris DPD Hanura Maluku, Semy Oni Yaki, untuk membacakan surat rekomendasi dimaksud. Di mana, kedua balon ketua yang diakomodir DPP Hanura yakni Rony Sapulette dan Mus Amin.

Persidangan pun semakin ricuh karena interupsi swmakin menjadi-jadi tentang nama balon Mat Ohorella yang diusulkan 9 DPC Hanura namun tidak diakomodir DPP Hanura.

Mirisnya lagi, Mus Amin disinyalir sudah berpindah ke parpol lain yakni Partai Umat, sedangkan Rony Sapulette tidak mengantongi KTP warga Kota Ambon.

DPC Malteng sendiri mengklaim bahwa pihaknya mempunyai bukti kepindahan Mus Amin ke Parpol Umat.

“Ya. Kami punya bukti dia, kami sudah cek ke kantor Hukum dan HAM dan yang bersangkutan punya nama terdaftar disana, di partai Umat,” ungkap salah satu sumber dari tubuh DPC Malteng.

Baca Juga  Peringati HUT TNI ke 75, Kodim 1509/Labuha Gelar Karya Bakti Pembersihan Pantai

Mus Amin sendiri, celetuknya, merupakan orang dekat Gubermur Maluku saat ini dan sering memfasilitasi anggota DPP Hanura yang diserahi tanggung jawab sevagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Maluku.

“Mus Amin adalah orang dekat Gubernur Maluku makanya DPP memaksa untuk merekomendasikan yang bersangkutan, lagian PLT kesini, Mus yang acapkali memfasilitasi,” tambahnya.

Dalam keterangan persnya, Ketua DPC Malteng, Soeleman Opier, menjelaskan, ada oknum DPP telah melakukan penghianatan terhadap Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Hanura terkait dengan peraturan organisasi (PO) pasal 18 dan pasal 19 tentang ketentuan persyaratan umum dan khusus.

Dimana, kedua pasal ino menegaskan bahwa bakal calon tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai lain.

“Kita ketahui bahwa Mus Amin adalah Ketua Partai Umat, dan ada bukti pada kita. Sementara kami 9 DPC telah menyampaikan dukungan kepada saudara Mat Ohoirella, secara resmi melalui pandangan umum. Dan ini sudah melebihi 30 porsen, berarti secara riil pemilik suara mayoritas menyatakan dukungan kepada saudara Mat Ohorella, sebagai Ketua DPD Hanura Provinsi Maluku,” tegasnya.

Baca Juga  Resmi THR PNS, TNI/Polri dan Pensiunan Cair Senin 3 Mei 2021

Senada, Ketua DPC Hanura Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Hendrik Kuserin,SH, Kuserin menegaskan bahwa proses musyawarah daerah luar biasa ini cacat prosedural.

“Dan kalau mau adil dan tercipta demokrasi yang baik harus dilakukan rekruitmen ulang, sehingga hasilnya memuaskan semua pihak,” terangnya.

Mus Amin yang dikonfirmasi terkait kepindahannya ke Partai Umat, justru menampik sinyalir dimaksud.

Menurutnya, sampai saat ini dirinya masih merupakan angota DPD Hanyra Maluku.

“Sampai saat ini saya masih sebagai Bendahara DPD Hanura Maluku. Makanya saya berada di sini,” kilahnya seraya menjauh.

Hingga berita kami publis, Musdalub DPD Hanura Maluku masih mengalami deadlock. (keket)