Disinyalir pedofilia, ELW pengawai dinas PU mendekam di tahanan Polres Ambon

oleh -71 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Sering menyasar anak ingusan yang masih di bawah umur sebagai pemuas birahi, seorang pegawai pada Dinas PU Provinsi Maluku, ELW (46), akhirnya dipolisikan.

Sesuai Laporan Polisi, ELW dipolisikan karena melakukan tindakan amoral kepada 2 bocah, AGL (11) dan CL (10).

Untuk kasus AGL, ELW dipolisikan dengan Laporan Polisi nomor : LP/159/III/2018/Maluku/Res Ambon, tertanggal 15 Maret 2018, sedangkan untuk kasus CL, teregisterkan dengan nomor: LP/158/III/2018/Maluku/Res Ambon.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, membenarkan adanya kasus persetubuhan terhadap dua bocah SD itu.

Link Banner

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Rabu (21/3), Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres P. Ambon dan Pp. Lease, AKP Teddy, tidak membantahnya.

”Memang benar ada kasus pelecehan seksual terhadap 2 bocah perempuan. Kedua korban merupakan murid kelas IV salah satu sekolah dasar. Pelaku sendiri merupakan orang dekat korban dan bekerja sebagai PNS. Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolres SBT Pimpin Rapat Anev Ops Ketupat 2020

Menurutnya, korban AGL disetubuhi ELW pada bulan Februari 2017, sekitar pukul 15.00 Wit, sementara korban CL dikerjainya juga pada Kamis (20/1), sekitar pukul 20.00 Wit.

Pihaknya menduga tersangka menderita pedofilia atau kelainan seksual dengan mencari anak-anak yang masih ingusan sebagai korban.

”Diduga tersangka mengidap Pedofilia, kelainan orientasi seksual dengan mencari korban anak-anak yang masih di bawah umur sebagai mangsa seksualnya. Saya menduga masih ada anak-anak lain yang jadi korban namun belum terungkap,” tegasnya.

Untuk kasus AGL, jelasnya, kejadian ini berawal ketika korban baru pulang berbelanja pada salah satu kios dekat rumahnya.

Dalam perjalanan pulang, korban berpapasan dengan tersangka yang kemudian memanggilnya masuk ke dalam rumah tersangka.

Baca Juga  5 Film Terbaik dengan Aksen British yang Harus Kamu Tonton

Begitu masuk dalam rumah tersangka, korban pun didudukkan di atas kursi, kemudian tangan tersangka menggerayangi kemaluan di balik celana dalam korban.

Mendengar ancaman korban yang akan melaporkan aksi tersangka ini kepada orang tuanya, tersangka pun kemudian melepaskan korban kembali pulang ke rumahnya.

Sayangnya, aksi bejat tak bermoral tersangka ini akhirnya sampai juga ke telinga orang tua korban.

Setelah menanyai korban, pihak keluarga mengetahui ternyata bukan hanya perbuatan cabul saja, tetapi korban juga pernah disetubuhi tersangka.

Ibu korban, DK, tak terima dengan perlakuan amoral ELW ini atas anaknya, kemudian melaporkan kasus ini ke Polres P. Ambon dan Pp. Lease, Kamis (15/3) sekira pukul 22.45 Wit.

Hal yang sama, akunya, juga dilakukan ELW kepada korban lainnya, CL (10).

Mirisnya lagi, terangnya, tersangka sudah menyetubuhi dan mencabuli korban ini sudah berulang kali dilakukan di rumah tersangka sendiri.

Baca Juga  Ditemani Kuasa Hukum Kuswandi Buamona, PMII Resmi Lapor Dugaan Korupsi Hendrata Thes Ke Polres Kepsul

Apalagi, korban diketahui tinggal di rumah tersangka, sehingga kesempatan tersangka mencabuli korban menjadi semakin besar.

Senada dengan DK, ibu CL yakni RL (56), tak terima atas perlakuan amoral ELW kepada anaknya.

RL kemudian melaporkan kejadian ini ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P. Ambon dan Pp. Lease, Kamis (15/3), sekitar pukul 22.30 Wit.

Atas aksi amoral ini, tambahnya, ELW akan dijerat dengan Pasal 81 dan atau pasal 287 ayat (1) KUH Pidana serta pasal 290 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Meski demikian, Teddy mengaku geram terhadap perbuatan pelaku yang tega merusak masa depan kedua korban.

Bahkan ia berjanji akan memproses hukum pelaku hingga mendapat hukuman berat. (keket)