Disperindag Ambon pantau harga beras Tawon dan Bulir Mas

oleh -56 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Harga beras di pasaran, khusus untuk Tawon dan Bulir Mas, sudah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

Harga beras dimaksud sudah mencapai Rp 14.000/kg, sementara HET hanya memperbolehkan penjualan beras premium dengan harga Rp 13.600/kg pada tahun 2017 lalu.

Saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Jumat (2/2), hal ini pun dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Ambon, Rina Silooy.

”Sebenarnya hal ini tidak boleh, karena tidak boleh melewati HET untuk Tawon dan Bulir Mas. Kami sudah berkoordinasi dengan para distributor Bulir Mas dan Tawon,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan ini terjadi dari sentra produksi, dan setelah melalui alur yang panjang, barulah distributor dan pedagang memperoleh beras dengan harag dimaksud.

Baca Juga  Gelar Aksi, FPMD Desak Bupati Halsel Copot Kepala Desa Mano Obi Selatan

Kenaikan harga beras secara sepihak, tegasnya, sangat tidak diperbolehkan.

”Yang kita tahu itu tidak diperbolehkan,” singkatnya.

Jika saja pedagang seenaknya menaikkan harga, apalagi melanggar peraturan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan, tegasnya, bakalan dikenakan sanksi berat.

Sanksi dimaksud, akunya, bukan hanya tidak diberikan kesempatan berjualan, tetapi surat ijin usahanya pun bakalan dicabut.

Ditambahkannya, baik distributor dan pedagang beras tidak menaikkan harga beras secara sepihak, mengingat harga eceran beras ditetapkan oleh pemerintah. (Jessica Soplera)