Dit.Reskrimsus Polda Maluku rilis operasi pasar SPT

oleh -56 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Guna memantau distribusi cadangan beras pemerintah maupun bahan pangan utama lainnya di seluruh wilayah Provinsi Maluku, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit.Reskrimsus) Polda Maluku, meluncurkan Operasi Pasar Satgas Pangan Terpadu (SPT) Provinsi Maluku 2018.

Launching program ini dilakukan langsung Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir.Reskrimsus) Polda Maluku, Kombes Pol. Firman Nainggolan, di Lapangan Polda Maluku Letkol CHR Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Rabu (5/12).

Pelucuran Operasi Pasar Satgas Pangan Terpadu ini turut dihadiri tim Satgas Terpadu, yakni Kepala Divre Bulog Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Kepala Karantina Hewan dan Tumbuhan Ambon, Kadis Perindag Provinsi Maluku, Kadis Pertanian Provinsi Maluku, Kepala Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Kepala BPOM Ambon, Kadis Perindag Kota Ambon, serta para Kasat Reskrim dalam jajaran Polda Maluku.

Baca Juga  Kades Garojou Bagi BLT Covid 19 Tahap II

Selain beras, masih ada pangan utama lainnya yang harus dipantau Satgas Pangan Terpadu seperti seperti gula, tepung terigu, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih.

Link Banner

Dalam sambutan singkatnya, Nainggolan menjelaskan tim Satgas Pangan Terpadu ini akan ditugaskan memantau pasar tradisional maupun moderen, toko-toko mitra Bulog, serta bazar pasar murah yang akan dilaksanakan instansi pemerintah terkait pada minggu ketiga di Bulan Desember nanti.

”Pelepasan Satgas Pangan ini dilakukan untuk mengawasi dan mengontrol keadaan pasar,” ujarnya.

Satgas dimaksud, akunya, akan bertugas hingga usainya perayaaan Tahun Baru nanti.

Dimana, operasi pasar akan dilakukan tim Satgas Pangan Terpadu setiap hari di daerah pemantauannya masing-masing.

Baca Juga  Kapolres Buru Membagikan Masker Saat Memimpin Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

”Strateginya masih seperti lebaran kemarin. Kita akan turun ke pasar melakukan pemantauan,” tegasnya.

Tim khusus, tegasnya, akan dibentuk pihaknya untuk melalukan pemantauan pada sejumlah wilayah yang dianggap bermasalah di sejumlah daerah lain.

”Khusus untuk pengawasan ke luar, kami juga sudah bentuk tim sendiri. Nanti berkoordinasi apabila ada kendala dalam pengawasan,” pungkasnya. (indah)