Ditahan Imbang 2:2 oleh Puncak Kota, Loko Putra Sebut Kecewa dengan Wasit

oleh -82 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kurang profesionalnya wasit, An Sabit, membuat pendukung dan pemain Loko Putra FC kecewa dan sangat dirugikan pada laga putaran pertama, babak ke 2 , Wai Ipa Cup III, liga sepak bola antar desa di Desa Wai ipa, Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulaun Sula (kepsul) Maluku Utara (Malut).

An Sabit, yang di percayak panitia sebagai wasit, memimpin pertandingan, tim Loko Putra (Desa Kou) vs Puncak Kota (Desa Falahu) Selasa (05/11/2019), sore kemarin, terkesan miring sebelah.

Dalam laga tersebut, pangadil lapangan itu mendapat keritikan keras dari salah satu official Loko Putrq. ia mengatakan, sangat disayangkan wasit mengambil keputusan yang merugikan timnya.

“Mudah-mudahan menjadi pelajaran buat kita semua. wasit membuat pendukung dan pemain kita merasa di rugikan,” ungkap AF.

Menurut AF Loko Putra vs Puncak Kota seharunya berakhir dengan kemenangan tim nya. Namun karena ulah wasit, pertandingan berakhir imbang (2-2), Padahal sebelumnya Pemain Loko unggul dalam pertandingan (2-0). Puncak Kota masih raih nilai Nol/Kosong.

Baca Juga  Usai Jalani Tes Urine di BNN, Paslon FAM -SAH Janji Berantas Narkoba Jika Terpilih

“Saat kedudukan (2-1) ada insiden, kami cukup jauh dari Bens, tapi menurut pemain dan penonton terdekat di saat Raudy pemain kami sliding bola. Itu bersih dan hakim garis mengangkat bendera dan menunjukkan tendangan pojok. Tetapi wasit langsung menunjukkan ketitik penalti, Kerena pemain Falahu Diving menajtuhkan diri dan seolah-olah terkena tekel terpaksa terjadi tedangan pinalti skor imbang (2-2),” jelasnya.

“Padahal pemain kami, di babak pertama, Andi, juga di juga di jatuhkan secara Keras di kotak 16 tetapi wasit membiarkan tentu inikan aneh. Pemain Loko putra, Andy di tendang dengan keras dan brutal tapi wasit hanya memberikan kartu kuning nanti setelah wasit di panggil lesmen garis, baru wasit memberi kartu merah, beberapa kali wasit tidak melihat lesmen yang mengangkat bendera offside atau pelanggran,” cetusnya.

Baca Juga  Perwakilan Baharkam Apresiasi Titik Usaha FKDB di Ambon

AF juga mengatakan sering terjadi tim dari kampung dengan pemain-pemain asli kampung, selalu dirugikan dan di curangi wasit

AF berharap pada panitia agar segera efaluasi wasit tersebut. (raka)