DITANGKAP! Pelaku Hoax ‘Uang Sogok’ RS Pancaran Kasih Manado Terancam Penjara 6 Tahun

oleh -383 views
Link Banner

Porostimur.com | Manado: Genderang perang melawan penyebar hoax dan provokasi, ditabuh Polda Sulut.

Pasca insiden Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSPK) Manado awal Juni, sejumlah akun-akun media sosial (medsos) memposting hoax dan provokasi.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara sudah mengamankan oknum yang diduga menjadi pelaku penyebar hoaks di media sosial terkait isu uang sogokan di Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSKP) yang menyebabkan keributan beberapa waktu lalu.

Hal ini sudah dikonfimasi ke Kabid Humas Polda Sulut terkait telah ditangkapnya seorang yang diduga penyebaran berita bohong terkait isu di Rumah Sakit Pancaran Kasih.

“Jadi saat ini Polda Sulut telah mengamankan seorang yang diduga penyebar berita bohong atau hoaks terkait dengan peristiwa yang terjadi di Pancaran Kasih, di mana ada pengambilan paksa jenazah pasien yang diduga penderita Covid-19,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kabid Humas Polda Sulut, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga  Amankan perbatasan RI-TL, Pangdam Merdeka inspeksi ke Yonif 715

Ia menambahkan, saat ini yang bersangkutan dapat disampaikan berinisial ML umur sekitar 44 tahun sudah diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Sulut.

“ML ini adalah pemilik akun yang menyebarkan di akun Facebooknya sendiri terkait peristiwa pengambilan paksa jenazah di mana telah terjadi pemberian uang sogokan seolah-olah oleh RSPK Kota Manado,” jelasnya lagi

“Saat ini kita sendiri sudah melakukan upaya penyelidikan maupun penyidikan lebih lanjut kepada ML,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan yang bersangkutan dapat diancam melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Dan dapat saya sampaikan juga ML itu sendiri kita duga dia melanggar UU ITE 19 Tahun 2016 pasal 14 ayat 1 tentang hukum acara pidana,” kata dia.

Baca Juga  Polres MTB Terus Gencar Imbau Warga Cegah Covid-19

Ia menjelaskan, di mana terhadap yang bersangkutan dapat diancam dengan hukuman kurang lebih selama 10 tahun pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana.

“Di mana yang bersangkutan dengan sengaja menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat dengan ancaman hukuman selama kurang lebih 10 tahun sedangkan UU ITE yang bersangkutan minimal dihukum kurang lebih selama 6 tahun,” ungkapnya.

Kabid Humas pun mengatakan bahwa tersangka saat ini diamankan di Polda Sulut untuk dilakukan proses terkait dengan berita bohong atau hoaks.

“Untuk barang bukti yang kita amankan tentunya ada screenshot terkait dengan kegiatan yang bersangkutan pada akun Facebooknya dan satu buah handphone yang dipakai untuk membuat video dan mengupload di akun tersebut serta satu buah SIM card Telkomsel dari nomor yang bersangkutan,” sebutnya.

Baca Juga  November 2018, kelompok bahan makanan sumbang deflasi

Untuk saat ini itu barang bukti yang kita amankan dan sambil nunggu proses selanjutnya dari penyidik.

Selain itu, terpisah, saat ditanyai terkait pengambilan paksa jenazah Covid-19 di Pancaran Kasih, Kabid Humas hanya menjawab singkat.

“Iya proses berjalan titik. Proses berjalan berlanjut,” singkatnya dan tutup dia. (red/rtm/tmc)