Ditengah Pandemi Covid-19, Disperindag Maluku Gelar Pasar Murah Jelang Idul Fitri

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Di tengah pandemi wabah Covid-19 Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku menggelar pasar murah di Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan Provinsi Maluku. Hal itu untuk mengatasi dampak sulitnya perekonomian serta menstabilkan harga bahan pokok di pasaran menjelang Idul Fitri 1441 Hijrah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselanno mengungkapkan Pemerintah Provinsi Maluku mempunyai program tahunan, setiap hari besar keagamaan baik idul fitri maupun natal pasar murah tetap ada yang stay maupun mobile.

Untuk tahun ini dalam kondisi covid ini disperindag tetap melaksanakan pasar murah setelah pihaknya melaporkan ke sekda Maluku dan juga gubernur Maluku bahwa pasar murah tetap kita laksanakan tetapi polanya akan dirubah dengan menggunakan sistim mobile.

“Jadi kita sebelum pelaksanaan pasar murah kita sudah melaksanakan kordinasi dengan kepala-kepala desa di 17 desa yang ada di kecamatan Leihitu dan Salahutu, kemudian pada beberapa desa muslim yang ada kita sudah koordinasikan 17 desa. Selanjutnya untuk dalam kota ada 16 titik yang kita koordinasikan dengan RT maupun Lurah dan untuk desa Laha, Waiheru dan sekitarnya sedang kita koordinasikan dengan pihak setempat,” ungkap Elvis kepada wartawan via telepon seluler.

Elvis mengatakan pelaksanaan pasar murah ini dilaksanakan pada 14 Mei 2020, kemudian ada dua (2) tim yang dibentuk untuk efektif dan mempercepat. Jadi dua (2) tim ini yakni tim pertama akan melayani luar kota yaitu Maluku tengah sekitar 17 desa, dan tim kedua akan melayani Kota Ambon yaitu Kota Ambon yang dimulai dari Laha sampai Pohon Mangga dan juga 16 titik yang akan di datangi langsung.

Baca Juga  DWP Kantor Kemenag Halsel Peringati HUT ke 20

Untuk mencegah tidak menimbulkan kerumunan dan desak-desakan disperindag akan membuat bahan pokoknya dalam bentuk paket.

Paket terdiri dari telur 1 rak, gula 2kg, terigu 2kg, minyak goreng 2liter, itu nilainya itu harga distributor sekitar dijual ke masyarakat 50 persen dari harga yang ditentukan yaitu Rp.50.000 .

“Kami sementara menyiapkan paket untuk 33 titik tersebut, diperkirakan satu titik itu bisa berkisar antara, 150, 200 dan 250 paket. Kalau desanya besar, biasanya yang beli lebih banyak jadi bisa sampai 250 paket,” kata Elvis.

Elvis menjelaskan pemerintah telah menyiapkan 6000 paket, dan akan dimulai dari dalam pulau Ambon sampai masuk ke dalam kota ambon. Kegiatan ini akan dilakukan selama 4 hari dari titik ke titik, sebelum itu pihaknya akan memberikan pemahaman kepada warga agar tidak berkerumun dan nama mereka akan di panggil bergilir memberikan uang senilai Rp.50.000 sesuai permintaan sebelumnya.

Baca Juga  Tiga Ekonom ini Prediksi Indonesia Masuk Jurang Resesi

Pengambilan akan dilakukan di balai desa, kemudian akan diatur kursi enam (6) buah kepada enam (6) orang yang akan mengambil paket untuk menjaga jarak.

Elvis menyampaikan ia sangat bersyukur, karena selama pasar murah ini masyarakat mentaati anjuran pemerintah untuk memakai masker dan menjaga jarak

“Dengan waktu 4 hari dengan 33 titik, teman-teman itu harus bergerak selama 4 hari dari satu titik ke titik lainnya, tapi hasilnya kami rasa lebih maksimal dan tidak ada kerumunan,” ujar Elvis.

Elvis mengungkapkan ia sangat berterima kasih kepada masyarakat, Ketua RT, Lurah dan Kades yang telah membantu pasar murah berjalan lancar dan tertib.

“Kita juga berterima kasih kepada distributor yang telah mendukung suksesnya pasar murah,” ungkap Elvis. (ebot)