Ditolak sekolah tujuan, orang tua calon siswa baru demo

oleh -129 views
Link Banner

@Porostimur.com | Manokwari : Buntut tidak terakomodirnya sebagian besar calon siswa pada sekolah baru, menyebabkan orang tua para calon siswa baru itu pun melakukan demonstrasi ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Manokwari, Senin (2/7).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, para calon siswa baru dan orang tuanya ini sebagian besar tidak diterima pada sekolah tujuan seperti SMPN 1 dan SMPN 2 Manokwari.

Pada SMPN 1 Manokwari saja, tercatat 179 calon sisa baru tidak terakomodir atau diterima.

Mirisnya lagi, kondisi ini diperparah dengan sistim penerimaan calon siswa baru oleh sekolah tujuan dengan menggunakan cara zonasi, atau pemetaan berdasarkan lokasi domisili/tempat tinggal.

Link Banner

Tak ayal, long march pun menjadi alternatif utama bagi ratusan calon siswa baru dan orang tua murid, sebagai bentuk demonstrasi atas proses penerimaan calon siswa baru yang diterapkan oleh sekolah tujuan.

Baca Juga  Dorong Percepatan Embarkasi Haji Antara, Kemenag Maluku dan Pemprov Gelar Rakor

Pantauan wartawan, setibanya di halaman kantor Disdikbud Kabupaten Manokwari, para pendemo ini ditemui kepala dinas bersangkutan, Barnabas Dowansiba.

Dowansiba menjanjikan dan memastikan seluruh anak di Kabupaten Manokwari, akan mendapatkan pendidikan yang layak.

Solusi yang biasa ditempuh saat ini, akunya, yakni mendaftarkan kembali siswa yang belum terdaftar, untuk diverifikasi dan dibagi pada beberapa sekolah yang dinilai masih sanggup menerima siswa-siswa tersebut.

”Selama bertugas belasan tahun ini, belum ada anak yang putus sekolah atau tidak sekolah. Sehingga apa yang bapak ibu sudah percayakan kepada koordinator, akan didiskusikan untuk menyelamatkan anak-anak. Meski nanti akan dibagi ke beberapa sekolah terdekat,” ujarnya.

Saat berhasil dikonfirmasi terpisah, Dowansiba membenarkan kondisi dimaksud kerap terjadi pada saat proses penerimaan siswa baru digelar.

Baca Juga  Keluarga Duga Ada Keanehan dengan Kematian Meidy Tondais

Masalah ini, tegasnya, akan dikoordinasikannya langsung dengan Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan, untuk mengetahui kebijakan yang akan diambil.

Ditambahkannya, masalah yang sering dikeluhkan saat demo terjadi, khususnya pada waktu pendaftaran siswa baru digelar, yakni minimnya jumlah ruang belajar, perlu ada pembangunan sekolah baru, namun lagi-lagi terkendala dengan lokasi tanah, atau dengan kata lain pemilik hak ulayat.

”Iya. Jadi ini hanya mengenai ruang belajar yang sedikit. Sekarang saya akan berkoordinasi dengan bupati, untuk mengetahui kebijakan beliau. Sebenarnya harus di bangun lagi sekolah baru, tapi itu, hak ulat yang masih menjadi kendala,” pungkasnya. (jefri)