Dituding Menganiaya, Keliombar Klarifikasi Keterangan Simatauw

oleh -203 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Merasa pernyataan yang disampaikan Margarita Simatauw/MS tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, Iptu Thomas Keliombar pun mengeluarkan klarifikasi kepada wartawan, di Ambon, Rabu (31/7).

Menurut perwira yang sementara berdinas di Polda Maluku ini, insiden itu berawal ketika dirinya sedang mengantri pada mesin ATM BRI yang berlokasi di Jalan A. J. Patty, Kecamatan Nusaniwe, Senin (29/7), sekitar pukul 13.39 Wit.

Dimana, dirinya mengantri pada mesin ATM yang bersebelahan dengan mesin ATM yang digunakan suami MS sekaligus korban dalam insiden ini, Oktovianus Jacobis Simatauw/OJS (47).

”Beta ini antri awalnya bukan di belakang dia. Dalam kamar ATM itu ada 2 mesin ATM dan beta antri di ATM sebelah dia. Di ATM yang beta antri itu ada ibu satu lakukan transaksi, tapi karena ATMnya seng jadi atau rusak, ibu itu keluar. Dan beta balik antri di belakang dia. Beta tidak bikin apa apa dia. Beta tidak bicara apa-apa sama sekali. Beta antri sambil ada baku WA deng orang, tapi tiba-tiba dia ini liat ke balakang, lalu kasih kaluar kata Ale seng bisa palang-palangkah?” ujarnya seraya menirukan perkataan Simatauw.

Sama dengan keterangan MS sebelumnya, akunya, dirinya keluar mengikuti OJS dengan maksud menanyakan alas an OJS mengeluarkan kalimat tadi kepada dirinya.

Baca Juga  Ramos Dicoret, Begini Penampakan Timnas Spanyol di Piala Eropa 2020

Apalagi, dirinya merasa tidak pernah mengusik OJS sama sekali selang berada di dalam ruang ATM tadi.

”Dia keluar dan beta ikut. Dan itu posisi sudah di trotoar depan BRI. Beta tanya, Maksud apa bilang bagitu, barang beta ada kanapa bung?. Dan beta tunggu dia pung jawaban, tapi dia seng jawab, langsung beta tampar, dan pukul satu kali. Itu karena beta tanya dia seng jawab. Karena beta merasa beta tidak sama sekali mengusik dia, tiba-tiba dia kasih kaluar kata. Jadi ada sebab akibat dalam peristiwa itu. Dan dia adalah penyebabnya,” tegasnya.

Ditegaskannya, dirinya siap menjalani pemeriksaan oleh satuannya sendiri mengingat laporan yang sudah dimasukkan MS dan OJS ke Mapolda Maluku.

Baca Juga  Sat Brimob Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Saumlaki

Meski demikian, akunya, hingga saat ini dirinya masih belum menerima panggilan guna pemeriksaan atas laporan insiden dimaksud.

”Itu hak mereka dan tidak apa-apa. Saya siap, tapi juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Karena dalam proses penyelidikan itu ada yang namanya gelar perkara, di situ akan diketahui apa sebab sehingga terjadi peristiwa itu. Dan yang menyatakan seseorang itu bersalah, hanya hakim,” jelasnya.

Meskipun kasus ini sudah dilaporkan dan akan melewati jalur hukum, tegasnya, namun dirinya tidak memungkiri adanya peluang untuk penyelesaian damai kepada kedua belah pihak.

Salah satu perihal yang sangat disesalinya yakni keterangan MS yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya di lokasi kejadian, sehingga terkesan memojokkan dan mencoreng nama baiknya.

Baca Juga  Tandai Perpisahan dengan Label TOP, Setia Band Nyanyikan Ulang 'Kenangan Terindah' Band SamsonS

”Isterinya ini kan tidak berada di situ. Artinya, dia isteri korban tidak tahu peristiwanya seperti apa, tapi kok bisa memberikan keterangan kepada wartawan,” pungkasnya. (ket)