Dituduh Lakukan Penggelapan Barang, Pekerja Toko Dunia Elektronik di PHK

oleh -258 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pekerja PT Dunia Elektronik Peggy Sandra Gonidjaya, tak habis pikir atas tindakan pihak manajemen yang memutusan hubungan kerjanya. Dia bekerja sejak tahun 10 tahun lalu dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Gudang Dunia Elektronik pada bagian scan dan memeriksa barang.

Selama 10 tahun bekerja wanita yang akrab dipanggil Peggy itu mengaku tidak pernah mangkir kerja. Bahkan dia juga mengaku dengan kerja kerasnya selama ini dalam kepercayaan untuk memegang kunci gudang 4 cabang PT Dunia Elektronik dan pada saat lembur pun tidak diberikan bonus sekalipun.

PHK bermula ketika Peggy dituduh melakukan serangkaian tindakan yang yaitu menggelapkan 4 (empat) barang milik PT Dunia Elektronik. Pasalnya, Peggy tidak pernah menggelapkan 4 (empat) barang tersebut malah dirinya dituduh untuk melakukan hal yang tidak dilakukannya sampai Peggy di PHK secara sepihak oleh pimpinan PT Dunia Elektronik.

Menjawab hal tersebut, Juru Bicara sekaligus Kuasa Hukum Peggy yaitu Ronny Sianressy mengatakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Peggy Donidjaya dilakukan tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Menurut Ronny, dirinya merasa marah dikarenakan merasa ketidakadilan pada Peggy tidak sesuai yang dilakukan perusahaan terhadap dirinya.

Baca Juga  Open Data Masela Terkendala Restu ESDM

“maka dengan resmi dia (Peggy) telah memberikan kuasa terhadap saya dalam rangka untuk memberikan perjuangan terhadap dirinya untuk meminta kebenaran dan hak-haknya sebagai pekerja selama ini,”tegas Ronny.

Ronny mempersoalkan hal ini karena dari pihak Depnaker Kota Ambon memberikan surat panggilan kepada Peggy selama 2 kali.

“Saya mau konfirmasi dengan klien saya, berdasarkan hukum saudara Peggy masih tercatat sebagai pegawai dunia elektronik, karena sampai saat ini belum ada pemutusan kontrak atau surat pemberhentian kontrak terhadap karyawan dari perusahaan,”Jelas Ronny.

Ronny menjelaskan dirinya sangat heran kenapa surat pemberhentian ini tidak diberikan kepada pegawainya langsung, kalau suratnya memang sudah ada. Maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum untuk meminta hak-haknya berdasarkan mekanisme hukum. Kemudian setelah dirinya mempelajari lagi ada dua surat panggilan yang dilakukan oleh Depnaker Kota Ambon kepada kliennya.

“Saya ingatkan kepada Depnaker Kota Ambon untuk melakukan tugasnya sebagai moderator dengan baik berdasarkan ketentuan hukum, jangan berada pada luar kepentingan lain. Bahwa ini negara hukum, bukan negara kekuasaan, baik organ-organ pemerintahan, aparat penegak hukum harus menjalankan pekerjaannya sesuai dengan atributnya sesuai UU,”tegas Ronny.

Baca Juga  Update Covid-19 di Malut 29 Mei 2020: Positif 139, Sembuh 21 Orang

Ronny menegaskan Depnaker tidak berhak melakukan hal-hal diluar kewenangan yang diberikan, maka pihaknya meminta pihak Depnaker untuk menjalankan kewajiban delegatif yang di berikan UU tentang penyelesaian distribual dalam penyelesaian sengketa dalam perusahaan.

Karena penyalahgunaan kewenangan adalah bertindak diluar kewenangan yang diberikan, kemudian bertindak melawan kewenangan yang diberikan, bertindak melewati kelampauan yang diberikan.

“Saya mohon kepada PT Dunia Elektronik untuk mari kita bicara yang baik-baik, jangan berpikir untuk melakukan hal yang tidak sewenang-wenang terhadap pegawainya,”Kata Ronny.

Ronny mengatakan jika memang dari pihak PT Dunia Elektronik ingin melakukan peperangan, maka dirinya siap menghadapi peperangan yang mereka inginkan.

Untuk itu dirinya meminta agar pihak PT Dunia Elektronik mau menyelesaikan dengan baik terhadap masalah ini, dirinya akan menanggapinya dengan baik juga dan jika masih ingin memecat maka dirinya meminta surat PHK kemudian selesaikan hak-hak kliennya. Akan ada proses lainnya.

Baca Juga  Bupati Maluku Tenggara Akui Masih Jebol Masalah Covid-19

“Karena sesuai dengan bukti-bukti yang jelas klien saya terbukti tidak melakukan hal tersebut, maka saya meminta kepada pihak PT Dunia Elektronik 1X24 Jam untuk melakukan komunikasi yang baik dengan kami,”tegas Ronny.

Ronny menambahkan bukan karena soal kliennya tidak ingin bekerja tetapi ada intek lain yang dapat merusak identitasnya pada masyarakat dan masa depannya nanti.

“Saya ingatkan dari segi hukum klien saya bersih, karena ada bukti deloit yang dilakukan sehingga barang yang dikeluarkan harus melalui klien saya. Klien saya adalah pemegang kunci 4 perusahaan bersangkutan, itu berarti klien saya telah menunjukkan kompetensi dan kejujuran sehingga telah di berikan kepercayaan untuk memegang 4 kunci tersebut. Maka untuk itu barang yang dikeluarkan harus di scan langsung oleh klien saya,” tambahnya.

Untuk itu, Ronny meminta pihak PT Dunia Elektronik melakukan klarifikasi untuk membersihkan nama kliennya, kalau tidak akan merusak nama kliennya sendiri. Karena dari segi hukum akan terjadi eksitensi yang cukup besar terhadap kliennya nanti. (ebot)